-
Warganet bernama Indah Yani Sianipar mengaku menulis hinaan keji kepada Ruben Onsu karena kecewa sebagai penggemar yang berubah jadi pembenci.
-
Ia berdalih dirasuki iblis dan khilaf, lalu memohon maaf sambil membawa alasan hidup susah dan orang tua yang sakit.
-
Ruben Onsu menanggapinya dengan tegas, menekankan pentingnya berpikir sebelum berkomentar di dunia digital.
Suara.com - Di balik jari-jemari yang dengan entengnya mengetik hinaan keji, selalu ada alasan yang mendorongnya meskipun terkadang alasan itu terdengar tak masuk akal.
Hal inilah yang terungkap dari pengakuan seorang warganet bernama Indah Yani Sianipar, yang sempat viral setelah melabeli Ruben Onsu sebagai Manusia terbodoh di dunia.
Setelah keberaniannya di dunia maya dibalas dengan tindakan tegas oleh Ruben, Indah akhirnya membeberkan serangkaian alasan mengapa ia begitu berani melontarkan komentar menyakitkan tersebut.
Pengakuannya, yang disampaikan lewat rentetan pesan panik, menyingkap campuran antara kekecewaan, penyesalan, dan dalih yang tak biasa.
Alasan pertama dan utama yang diungkap Indah adalah rasa kecewa yang mendalam.
Dalam permohonan maafnya, ia mengaku bahwa dirinya adalah seorang penggemar yang berubah menjadi pembenci.
"Kak Ruben aku minta maaf, aku begitu karena aku kecewa sama kak Ruben yang tadinya aku ngefens," tulisnya.
Kekecewaan ini, yang diduga kuat dipicu oleh isu rumah tangga Ruben dan Sarwendah, menjadi bahan bakar utama yang menyulut amarahnya hingga menuliskannya dalam komentar.
Namun, alasan yang paling menarik perhatian adalah pengakuannya yang ke-2. Dia merasa dirasuki oleh iblis.
Baca Juga: Ruben Onsu Berontak Dituding Bodoh Tinggalkan Sarwendah Demi Cinta Terlarang
Dalam upaya untuk melepaskan diri dari tanggung jawab penuh, Indah menggunakan dalih supranatural sebagai pembelaan.
"Jadi aku dirasukin iblis dengan komen seperti itu," lanjutnya dalam pesan yang sama.
Alasan ini, meskipun sulit diterima secara logika, menunjukkan betapa besar kepanikannya setelah sadar identitasnya diekspos oleh sang artis.
Selain dua alasan utama tersebut, Indah juga menggunakan kata khilaf sebagai justifikasi klasiknya.
Melalui pesan WhatsApp, ia berulang kali memohon maaf dan mengaku khilaf atas perbuatannya.
"Aku khilaf kak, Sekali lagi aku minta maaf kak. Aku mohon kak," tulisnya dengan emoji menangis.
Tak berhenti di situ, untuk menarik simpati, Indah juga membawa-bawa kondisi kehidupan pribadinya yang sulit.
Ia memohon agar Ruben menghapus unggahan tentang dirinya dengan alasan ia adalah orang susah yang sedang merawat orang tua yang sakit.
Ini menjadi senjata terakhirnya, berharap belas kasihan bisa menyelamatkannya dari rasa malu publik.
Rentetan alasan ini mulai dari kekecewaan seorang fans, bisikan iblis, kekhilafan sesaat, hingga kondisi hidup yang sulit menjadi gambaran kompleks di balik tindakan cyberbullying.
Namun, bagi Ruben Onsu, alasan-alasan tersebut tidak serta-merta menghapus rasa sakit dari hinaan yang dilontarkan.
Ia tetap membalas dengan tegas, menyoroti betapa mudahnya asumsi liar berkembang dan betapa pentingnya berpikir sebelum bertindak di era digital ini.
Berita Terkait
-
Ruben Onsu Berontak Dituding Bodoh Tinggalkan Sarwendah Demi Cinta Terlarang
-
Dibilang Manusia Terbodoh karena Tinggalkan Sarwendah, Ruben Onsu Ngamuk
-
Cara Betrand Peto Ingatkan Ruben Onsu Jangan Lupa Salat
-
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Sang Pacar Perdana Bertemu Ruben Onsu
-
Kesabaran Habis, Ruben Onsu Ungkap Wajah Ibu-Ibu yang Sebut Dirinya Rempong
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Selingkuh dan Poligami, Insanul Fahmi Kecewa Digugat Cerai Wardatina Mawa
-
Viral Takjil Gratis dengan Pesan Tuhan Yesus Sayang Kamu, Toleransi atau Ngawur?
-
Lirik Lagu Manis yang Jadi Sinyal Kelam, Detik-Detik sebelum Mahasiswi UIN Dibacok Teman Kampus
-
Sambut Ramadan 2026, Nussa dan Rarra Ajak Keluarga Indonesia Bersyukur Lewat Cerita 'Hujan'
-
Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan
-
Detik-Detik Menkeu Purbaya Kaget Dapat Gift Singa dan Paus Saat Live: Ntar Disangka Gratifikasi
-
Resmi Daftar Nikah, Byun Yo Han dan Tiffany Young SNSD Kini Sudah Sah Jadi Suami Istri
-
Cerita Awal Kedekatan Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Suska Sebelum Tragedi Berdarah Cinta Ditolak
-
Aksi Shegan Mirip Lisa BLACKPINK Dikecam hingga Disorot Netizen Thailand, Akun Medsosnya Kini Hilang
-
Kasus Anak di Sukabumi Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Ibu Kandung Depresi karena Diteror