- Bupati Pandeglang melantik Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati pada 26 Mei 2026 di Kabupaten Pandeglang.
- Ahmad Mursidi menjabat posisi tersebut meski berstatus tersangka kasus tabrakan maut yang menewaskan dua orang korban.
- Keputusan pelantikan tersebut menuai kecaman keras dari masyarakat karena dianggap mencederai rasa keadilan dan integritas birokrasi.
Suara.com - Keputusan kontroversial diambil oleh Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani.
Dia melantik Ahmad Mursidi, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang berstatus tersangka kasus tabrakan maut, menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik pada Selasa, 26 Mei 2026.
Pelantikan tersebut digelar secara langsung di Oproom Setda Pandeglang untuk empat pejabat eselon II lainnya, sementara Ahmad Mursidi mengikuti prosesi pelantikan tersebut secara daring.
Langkah ini menuai kecaman keras lantaran Mursidi tengah menghadapi proses hukum pidana atas kelalaiannya dalam berkendara yang merenggut dua nyawa.
Dalam sambutannya saat melantik para pejabat baru, Bupati Rad en Dewi Setiani menekankan pentingnya peningkatan kinerja birokrasi tanpa menyinggung status hukum salah satu pejabat yang dilantiknya.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang, kami membutuhkan pejabat yang mampu berlari lebih cepat, bekerja lebih cerdas, dan bergerak lebih kompak. Tantangan ke depan membutuhkan inovasi dan kreativitas," kata Dewi.
Dia juga meminta para pejabat baru untuk terus bertransformasi dan tidak takut berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kasus Tabrakan Maut yang Menjerat Pelaku
Ahmad Mursidi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Pandeglang setelah mobil dinas yang dikendarainya menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5 di Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis, 30 April 2026 sekitar pukul 09.30 WIB.
Baca Juga: Pimpinannya Ditangkap Kasus Dugaan Pencabulan Santri, Padepokan Padang Ati Minta Berita Ditakedown
Peristiwa tragis tersebut memakan sembilan korban luka-luka. Dua orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia, yaitu seorang pedagang bernama Dewi Handayani, dan seorang siswa SD bernama Muhamad Milal.
"Berdasarkan hasil gelar perkara, sudah ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kapolres Pandeglang AKBP Dhyno Indra Setyadi kepada wartawan pada Rabu, 13 Mei 2026.
Pelantikan seorang tersangka kasus pidana maut menjadi staf ahli bupati ini langsung memicu kemarahan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @kabarmahasiswa.id.
Warganet ramai-ramai mengkritik sistem birokrasi pemerintahan yang dinilai abai terhadap rasa keadilan sosial dan standar moral ASN.
"Mending hapuskan saja SKCK di syarat lamaran pekerjaan," sindir akun @ton*** di kolom komentar.
Cibiran senada mengenai perbedaan aturan bagi pejabat dan rakyat biasa juga ramai dilontarkan.
Berita Terkait
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita
-
Hanya 10 Bulan Penjara untuk Nyawa Siswa SMP, Vonis Sertu Riza Pahlivi Tuai Kecaman Publik
-
Kiai Pekalongan Ditahan Kasus Pencabulan, Para Santri Malah Nangis dan Berebut Cium Tangan
-
Viral Pengantin Pria Pakai Selendang Bentuk Bunga Menjuntai
-
Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Film Filosofi Teras Siap Mengajarkan Stoikisme Melalui Drama Keluarga yang Menguras Air Mata
-
Note of Mothership: Pesan Kemanusiaan Karya Anyar Legenda Musik Jepang Haruomi Hosono
-
Terlalu Berat! Para Pemain Film Sofia sampai Minta Terapis usai Baca Naskah
-
Bukan Akting! Ananta Rispo Akui Ditampar Sungguhan oleh Dodit Mulyanto demi Film Ketok Mejik
-
Berapa Harta Kekayaan Gus Miftah? Ini 6 Sumber Kekayaannya
-
Gandeng Musisi Lintas Negara, Bella Fawzi Rilis Lagu 'Our Power' demi Palestina
-
Nadine Kei Inara Buktikan Logika Data Science dan Jiwa Seni Bisa Berjalan Beriringan
-
Soundrenaline Sana Sini 2026 Siap Guncang Blok M, Ada Last Dinosaurs hingga Sal Priadi
-
Di Balik Tawa Temon Templar: Sosok Ayah Bertanggung Jawab dan Jenius Lulusan UI
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker