-
Film "Pangku" terinspirasi dari pengalaman pribadi Reza di sebuah warung pangku.
-
Riset film dilakukan lewat obrolan mendalam dengan pelaku, pemilik, dan warga.
-
Debut sutradara Reza ini memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival.
Suara.com - Aktor kawakan Reza Rahadian membeberkan sumber inspirasi di balik film debutnya sebagai sutradara, "Pangku".
Film yang telah menuai pujian dan menyabet empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) ini ternyata menyimpan cerita yang amat personal bagi sang aktor.
Cerita bermula pada 2018, di mana Reza Rahadian sedang menjalani syuting film di salah satu daerah.
Seorang pengemudi lokal membawanya ke sebuah tempat.
Dari situ ia berjanji untuk mengangkat fenomena tersebut ke layar lebar.
"Saya dibawa oleh driver saya ke sebuah tempat yang buka mata saya akan realita seperti itu ternyata masih ada," kenang Reza Rahadian ditemui di Kemang, Jakarta Selatan pada Kamis, 16 Oktober 2025.
"Buat saya itu kayak satu hal yang saya katakan ke diri saya waktu itu, kayaknya kalau suatu hari saya bikin film, saya akan bikin film dengan latar belakang ambience atau atmosfer itu," sambungnya.
Lokasi tersebut ternyata adalah sebuah warung, kawasan Pantura.
Di mana istilah yang sudah familiar, 'warung pangku'.
Baca Juga: Gemilang! Artis dan Film Indonesia Menghiasi BIFF 2025
Warung Pangku merupakan istilah warung kopi yang bukan hanya menyediakan makan dan minum, tapi juga jasa teman duduk.
Reza Rahadian pun ngobrol dengan warga sekitar, bahkan berbincang dengan sosok yang menyediakan jasa teman ngobrol tersebut.
"Risetnya nggak hanya sekadar melihat, tapi emang ngobrol sama pelaku. Kemudian ngobrol sama pemilik warung, ngobrol sama warga setempat," kata Reza Rahadian.
"Seperti apa sih fenomena ini buat teman-teman semua? Apa yang dirasakan, tantangan apa yang dihadapi, persoalan-persoalan yang muncul seperti apa?" imbuhnya.
Kumpulan cerita ini yang akhirnya membuat Reza Rahadian tertarik membuat film. Ia bahkan butuh waktu bertahun-tahun untuk sampai pada film yang siap tayang pada 6 November 2025.
Berita Terkait
-
Film 'Pangku' Dapat 4 penghargaan di BIFF 2025, Fedi Nuril: Nggak Sia-sia Pakai Eyeliner
-
Poster Film Suzzanna Terbaru Hadirkan Gambar Mengerikan: Santet Dosa di Atas Dosa Resmi Dirilis
-
Film Pangku dan Arti Rising Star Award yang Diraih Claresta Taufan
-
Dikira Minta Foto, Jawaban Polos Lisa BLACKPINK saat Diajak Nonton Film Pangku Bikin Ngakak
-
3 Film Indonesia yang Tayang Perdana di BIFF 2025: Tembus Panggung Dunia
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Baim Wong Libatkan Ratusan Warga Lokal di Film Semua Akan Baik-Baik Saja
-
Project Hail Mary Tersingkir, Film Salmokji Kuasai Box Office Korea Selatan
-
Sudah Setahun Belum Rampung, Ini Penyebab Renovasi Rumah Uya Kuya Berjalan Lamban
-
Keanu Angelo Ngamuk karena Salah Transfer Rp80 Juta, Fadil Jaidi Santai Ogah Balikin
-
Viral Mahasiswa Bawa Lari dan Banting Bocah, Kenapa Malah Dibela Netizen?
-
Sempat Terganjal Mahar Rp5 Miliar, Irma Darmawangsa dan Irfan Sebaztian Akhirnya Menikah
-
Pensiun Jadi Paranormal, Mbah Mijan Kini Jadi Praktisi Pengobatan Alternatif Lulusan Tiongkok
-
Bandingkan Suami Security dengan Mantannya yang Dokter hingga Pejabat, Perempuan Ini Kena Hujat
-
Tara Basro Buat Buku Yasin Peringati 40 Hari Kematian Vidi Aldiano, Desainnya Penuh Makna
-
Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?