-
Reza Rahadian menekankan sulitnya masuk industri hiburan sebelum era media sosial, karena akses informasi sangat terbatas.
-
Kompetisi model majalah remaja, seperti Aneka Yess, menjadi gerbang utama untuk membangun jaringan dan dikenal di industri.
-
Era digital kini memudahkan siapa saja menunjukkan bakat dan membangun audiens secara mandiri, berbeda dengan perjuangan para aktor senior.
Suara.com - Aktor Reza Rahadian membagikan potret industri hiburan di era sebelum media sosial menjamur, di mana jalan untuk menjadi seorang bintang sangatlah terbatas dan tidak semudah sekarang.
Dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube Abdel Achrian, ia mengungkap bahwa tak ada jalan pintas seperti TikTok atau Instagram untuk meraih popularitas pada masanya.
Ia menegaskan bahwa pada era itu, informasi mengenai cara masuk ke dunia hiburan sangatlah minim.
"Kan dulu belum ada sosial media, ya kan," kata Reza dalam video yang tayang Kamis, 30 Oktober 2025, menggarisbawahi perbedaan fundamental antara zamannya dan sekarang.
Menurut aktor berusia 38 tahun ini, hanya ada satu gerbang utama yang dianggap paling efektif untuk bisa dilirik oleh para pencari bakat.
Gerbang tersebut adalah kompetisi model yang diadakan oleh majalah-majalah remaja populer.
"Satu-satunya informasi yang aku dapat tahu, kalau lo mau masuk ke industri itu, salah satu batu loncatannya adalah lo ikut Aneka Yess," kenangnya.
Reza menjelaskan lebih lanjut bahwa ajang tersebut bukan hanya soal kompetisi, melainkan sebuah portal untuk membangun jaringan profesional di industri.
"Karena dengan lo ikut itu, lo bisa ketemu agency, bisa ketemu manajemen artis, dan lain-lain," ujarnya, merinci keuntungan yang didapat dari ajang tersebut.
Baca Juga: Reza Rahadian Pilih 3 Aktor Muda Penerus Generasi Emas Perfilman Indonesia, Siapa Saja?
Kondisi ini sangat kontras dengan era digital saat ini, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakatnya secara mandiri dan membangun audiensnya sendiri melalui berbagai platform.
Kisah Reza Rahadian ini menjadi cerminan nyata bagaimana revolusi digital telah mengubah ekosistem industri hiburan, sekaligus pengingat bahwa kesuksesan para aktor senior seperti dirinya ditempuh melalui proses dan perjuangan yang berbeda.
Berita Terkait
-
Terjawab Alasan Nadin Amizah Izinkan 'Rayuan Perempuan Gila' Jadi Soundtrack Pangku
-
Christine Hakim Heran Reza Rahadian Tak Masuk Nominasi Sutradara Terbaik FFI 2025
-
Reza Rahadian dan Christine Hakim Ribut Besar Sampai Tak Saling Sapa Gegara Film Pangku
-
Alasan Reza Rahadian Banting Setir Jadi Sutradara Bikin Haru
-
Kisah Reza Rahadian Kecil Jadi Tukang Potong Rumput karena Kesulitan Ekonomi
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor