-
Salsa Erwina mengkritik celah vital dalam RUU Perampasan Aset.
-
Kritiknya dibalas serangan personal, bukan argumen tandingan.
-
Diskusi publik terancam oleh fenomena serangan buzzer.
Suara.com - Aktivis dan pegiat media sosial, Salsa Erwina menjadi target serangan verbal dari sejumlah akun di media sosial setelah mengunggah pandangannya mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Dalam unggahan di akun Instagram, Salsa Erwina menyebut RUU Perampasan Aset sebagai ujian keseriusan bangsa dalam memberantas korupsi.
"Kita sudah terlalu sering melihat pelaku kejahatan begitu mudah membeli kebebasan," tulis Salsa Erwina pada unggahan Instagramnya, Rabu 5 November 2025.
Salsa Erwina menekankan urgensi RUU Perampasan Aset untuk memulihkan kerugian negara akibat korupsi.
Menurutnya, hukuman pidana saja tidak cukup jika aset hasil kejahatan tidak dapat dikembalikan kepada rakyat.
"Mereka mungkin dihukum, tapi harta hasil merampok hak rakyat tetap aman bersemayam dalam rekening keluarga atau dinikmati dalam senyap di luar negeri," katanya.
Ia menjelaskan bahwa RUU ini membawa harapan karena memisahkan proses pidana dengan proses pengembalian aset.
Dengan mekanisme ini, negara tetap dapat menyita aset hasil kejahatan meskipun pelakunya kabur atau lolos dari jerat hukum.
"Keadilan sejati bukan hanya menghukum, namun memulihkan yang dicuri," ujarnya.
Salsa Erwina pun menggambarkan bagaimana aset yang berhasil dirampas kembali dapat dialokasikan untuk kepentingan publik, seperti memperbaiki sekolah, mengisi ketersediaan obat di puskesmas, hingga membangun jalan desa.
Meskipun mendukung semangat RUU tersebut, Salsa Erwina juga menyoroti sejumlah kelemahan yang masih ada dalam drafnya.
Ia memperingatkan agar publik tidak terlalu cepat merasa lega.
"Dalam draft-nya masih ada duri yang menusuk nalar," katanya.
Beberapa celah yang ia sebutkan antara lain:
- Aset dengan nilai di bawah Rp100 juta yang berpotensi lolos dari jeratan.
- Pelaku dengan ancaman pidana di bawah 4 tahun yang tidak tersentuh oleh aturan ini.
- Potensi aset dijual oleh pelaku sebelum adanya putusan hakim.
"Jika tidak dibenahi, harapan bisa berubah menjadi bumerang," tegasnya.
Ia pun menutup unggahannya dengan seruan agar publik tidak diam dan terus mendorong negara untuk mengesahkan aturan yang berpihak pada rakyat. tersebut.
Berita Terkait
-
Bahaya Judol dan Narkoba Lebih Besar dari Korupsi? Yusril Ungkap Fakta Lain Soal RUU Perampasan Aset
-
Vestas Perusahaan Apa? Kerja Sama dengan PLN NP, Ternyata Tempat Kerja Salsa Erwina
-
Apa Pekerjaan Sandra Dewi Sekarang? Istri Harvey Moeis Minta Hartanya Dikembalikan
-
10 Fakta Sandra Dewi Mau Rebut Kembali Asetnya, Apa Saja Hartanya yang Dirampas Negara?
-
Berapa Triliun Korupsi Harvey Moeis? Gugatan Terbaru Sandra Dewi Jadi Sorotan
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gugat Cerai Brian Siawarta, Rafaela Rahardja Sebut Sang Suami Sudah Mundur dari Pendeta Sejak Lama
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Rafaela Rahardja Jalani Sidang Cerai Perdana dengan Brian Siawarta, Ungkap Isu KDRT sebagai Pemicu
-
Siapa Saja Mantan Ayu Ting Ting? Ini Daftarnya dan Pekerjaan Mentereng Mereka
-
Bukan Sekadar Duta, Alasan FFI Pilih Morgan Oey Ternyata Berkaitan dengan Misi Besar Ini
-
Rizky Billar Hasut Publik Report Akun Facebook Matamata.com Karena Dinilai Sebarkan HOAX
-
Pesta Timuran Jaksel Siap Digelar di CIBIS Park, Hadirkan 20 Musisi dan Ragam Kultur Indonesia Timur
-
Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Pilih Tak Sekamar saat Umrah, Ini Alasannya
-
Tiketnya Hampir Ludes, Intip Prediksi Setlist Konser My Chemical Romance di Jakarta
-
Bak Film Bollywood, Lina Mukherjee Resmi Dipersunting Lelaki Italia di Pernikahan Impiannya