-
Ernest Prakasa memandang komedi sebagai medium kritik sosial, bukan sekadar hiburan.
-
Komedi membuat kritik diterima secara halus, sehingga penonton tertawa dulu sebelum merenungkan pesannya.
-
Metode ini konsisten diterapkan di stand-up dan film, berhasil menyentuh hati jutaan penonton Indonesia.
Suara.com - Komedi di tangan seorang Ernest Prakasa bukan hanya sekadar sarana untuk mengundang gelak tawa penonton.
Lebih dari itu, ia memandangnya sebagai medium paling efektif untuk menyuarakan kritik sosial.
Bagi sineas peraih Piala Citra ini, humor adalah "jalan halus" untuk membuat sebuah pesan atau kritik diterima oleh masyarakat luas tanpa harus terasa menggurui atau menyerang.
Dalam siniar (podcast) "What's Up Podcast Kemenkum RI", ia membagikan filosofinya tersebut.
Menurutnya, anggapan bahwa komedi tidak pantas digunakan untuk mengkritik adalah sebuah kekeliruan.
Baginya, justru sebaliknya, komedi adalah alat yang paling ampuh.
"Justru dengan komedi lah kita bisa mengkritik, karena itu membuat masuknya jadi lebih smooth gitu loh," ujar Ernest, dalam video yang tayang di YouTube pada Sabtu, 15 November 2025.
Suami dari Meira Anastasia ini menjelaskan, dengan kemasan komedi, penonton tidak akan merasa bahwa sebuah kritik disampaikan secara frontal atau terlalu tajam.
Penonton akan dibuat tertawa terlebih dahulu, sebelum akhirnya merenungkan pesan yang terkandung di dalamnya.
Baca Juga: Kronologi Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Bareskrim Polri Imbas Lawakan Adat Toraja
"Jadi orang nggak merasa itu terlalu keras atau terlalu tajam. Ketawa, ketawa, ketawa, tapi habis itu mikir, gitu," lanjutnya.
Metode ini lah yang secara konsisten ia terapkan dalam karya-karyanya, baik di panggung stand-up comedy maupun di layar lebar, yang terbukti berhasil menyentuh hati jutaan penonton Indonesia.
Berita Terkait
-
Sinopsis Gilmore Girls: Komedi Cerdas Ibu-Anak yang Kembali Populer di Netflix
-
Film Terbaru Ernest Prakasa Lupa Daratan Singgung Kehidupan Artis Papan Atas
-
Belajar dari Orde Baru, Ernest Prakasa Tak Mau Diam Lagi
-
Alasan Personal Ernest Prakasa Banting Setir Jadi Sutradara Film
-
Bukan Sekadar Pensi, Gonzaga Festival 2025 Jadi Panggung Berkelas untuk Cetak Bintang Masa Depan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Maia Estianty Diduga Respons Titi DJ, Indonesian Idol dan The Icon Indonesia Mulai Perang Terbuka?
-
Machika Luna Rilis Lagu Debut, Kupu Lucuku Suguhkan Kisah Manis Cinta Pertama
-
Akhirnya Klarifikasi, Sarwendah Khawatir Isu Pesugihan ke Gunung Kawi Berdampak ke Anak-Anak
-
Dituding Siksa ART, Erin Taulany Bongkar Bukti CCTV Hingga Tabiat ART yang Berani Merokok di Rumah
-
Disamakan dengan Hewan, Uni Bakwan Roza Lisna Tersinggung Jadi Bahan Ejekan Dokter
-
Diterpa Isu Pesugihan Gunung Kawi, Sarwendah Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Perankan Amina di Suamiku Lukaku, Acha Septriasa Ungkap Beratnya Jadi Korban KDRT
-
Kim Myungsoo Bakal Gelar Fancon di Jakarta, Cek Harga dan Benefit Tiketnya
-
Pengacara Bela Sarwendah dari Tudingan Pesugihan di Gunung Kawi: Dia Kerja Keras Pagi Sampai Malam
-
Sarwendah Bantah Tuduhan Pesugihan di Gunung Kawi untuk Guna-Guna Ruben Onsu