- Trans TV Senin (17/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB akan menayangkan film Acts of Violence.
- Film ini dibintangi Bruce Willis, Cole Hauser, Mike Epps, dan Sophia Bush.
- Meski menampilkan aktor besar sekelas Bruce Willis, tetapi sayangnya film ini dianggap dangkal dalam menyuguhkan cerita.
Suara.com - Trans TV Senin (17/11/2025) malam ini pukul 23.00 WIB akan menayangkan film aksi brutal bertajuk Acts of Violence.
Sebelum Anda menonton film yang dibintangi Bruce Willis ini, berikut kami sajikan sinopsisnya.
Ketika sebuah film memasang nama besar seperti Bruce Willis di posternya, ekspektasi penonton tentu melambung tinggi.
Namun, Acts of Violence arahan Brett Donowho menjadi contoh nyata bagaimana nama besar tak selalu menjamin kualitas, bahkan bisa dibilang hanya menjadi pemanis dalam sebuah sajian aksi yang terasa usang dan brutal.
Film yang dirilis pada 2018 ini terjebak dalam formula balas dendam yang sudah sering dieksplorasi, tanpa menawarkan orisinalitas yang berarti.
Cerita berpusat pada tiga MacGregor bersaudara: Deklan (Cole Hauser), seorang veteran perang yang berjuang melawan PTSD; Brandon (Shawn Ashmore), yang juga mantan militer; dan Roman (Ashton Holmes), adik bungsu yang akan segera menikah.
Kehidupan mereka yang relatif tenang hancur ketika tunangan Roman, Mia (Melissa Bolona), diculik oleh sindikat perdagangan manusia saat malam pesta lajangnya.
Merasa polisi bergerak terlalu lamban dan birokratis, ketiga saudara ini memutuskan untuk mengambil hukum ke tangan mereka sendiri.
Dengan keahlian militer yang mereka miliki, ketiganya berubah menjadi tim vigilante yang memburu para penculik dengan brutal.
Baca Juga: Sinopsis Men in Black II: Misi Agen J dan K Hadapi Alien Seksi, Malam Ini di Trans TV
Di sisi hukum, ada Detektif James Avery (Bruce Willis), seorang polisi veteran yang sebenarnya sudah lama mengincar gembong penjahat bernama Max Livingston (Mike Epps). Namun, perannya di sini sangat terbatas.
Alih-alih menjadi John McClane yang ikonik, Willis lebih banyak menghabiskan waktu di kursi kantornya, sesekali memberikan bantuan kepada MacGregor bersaudara dari kejauhan.
Banyak kritikus menilai peran Willis dan juga Sophia Bush, yang berperan sebagai rekannya, terasa sia-sia dan hanya membuang talenta mereka.[
Willis tercatat hanya tampil kurang dari 30 menit, sebuah fakta yang mengecewakan bagi para penggemarnya.
Brutalitas yang Menutupi Kedangkalan Cerita
Acts of Violence memang menyajikan apa yang dijanjikan judulnya: serangkaian aksi kekerasan.
Film ini tidak segan-segan menampilkan adegan baku tembak dan penyiksaan yang gamblang. Namun, di balik kebrutalan itu, terdapat narasi yang dangkal.
Tema-tema berat seperti trauma perang (PTSD), perdagangan manusia, dan kegagalan sistem peradilan hanya disentuh di permukaan tanpa pendalaman yang berarti.
Akibatnya, film ini terasa lebih seperti eksploitasi kekerasan ketimbang sebuah thriller yang cerdas.
Meskipun plotnya generik, penampilan para aktor utama, khususnya Cole Hauser sebagai Deklan, mendapat sedikit pujian.
Hauser berhasil menampilkan intensitas seorang veteran yang tersiksa namun protektif terhadap keluarganya.
Hubungan antara ketiga saudara ini menjadi satu-satunya jangkar emosional film, meskipun pengembangan karakter mereka juga terbilang minim.
Di sisi lain, penjahat utama yang diperankan Mike Epps dianggap kurang berkesan dan klise.
Pada akhirnya, Acts of Violence adalah film direct-to-video yang mungkin bisa dinikmati oleh penggemar berat genre aksi balas dendam yang tidak terlalu memedulikan orisinalitas cerita.
Film ini menyajikan ketegangan dan adegan aksi yang cukup, namun gagal memberikan sesuatu yang baru atau berkesan.
Ini adalah sebuah tontonan yang dengan cepat akan terlupakan, sebuah catatan kaki yang kurang mengesankan dalam filmografi seorang Bruce Willis.
Berita Terkait
-
Sinopsis Men in Black II: Misi Agen J dan K Hadapi Alien Seksi, Malam Ini di Trans TV
-
Review The Running Man, Ketika Reality Show Jadi Ajang Bertahan Hidup
-
The Price of Confession: Jeon Do Yeon dan Kim Go Eun Terlibat Kasus Pembunuhan, Tayang d Netflix
-
Review Now You See Me: Now You Don't, Reuni Horsemen yang Kurang Greget
-
Inside Man: Perampokan yang Menampilkan Kejeniusan 3 Indvidu, Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Ditinggal Kabur Istri, Agus Salim Kini Makin Sedih
-
Viral Dua Pria Diduga Tempel Stiker QR Judi Online di Pesanggrahan, Polisi Buru Pelaku
-
Baru 16 Tahun, Nabila Misha Rilis Koleksi Busana Lebaran 2026
-
Antara Mama, Cinta, dan Surga Angkat Realitas Pahit Ekspektasi Orangtua Batak
-
Mirip Tulisan di Menu Restoran, Logo Lamb of God Diganti
-
Kejar Maling Pakai Parang, Kakek Herman Jadi Tersangka, Hotman Paris Siap Membela
-
The Invincible Dragon: Duel Kung Fu vs MMA, Malam Ini di Trans TV
-
Deretan Hal Menarik di Drama Korea The Art of Sarah
-
4 Film Kuasai Box Office Indonesia Pekan Ini, Era Horor Berakhir?
-
6 Acara Ramadan 2026 di YouTube, Siap Temani Waktu Sahur dan Berbuka Puasa