Entertainment / Gosip
Senin, 24 November 2025 | 06:00 WIB
Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi (Instagram/wardatinamawa)
Baca 10 detik
  • Wardatina Mawa mengungkap perjuangannya kuliah tanpa restu suami, meski sebelumnya mereka bernazar membangun rumah yatim bersama.

  • Suaminya meminta Mawa fokus sebagai istri dan ibu, namun Mawa tetap melanjutkan pendidikan demi berkembang dan memenuhi janji kebaikan mereka.

  • Di tengah isu perselingkuhan suami, Mawa bertekad meneruskan mimpi membangun rumah yatim seorang diri, percaya Allah akan membuka jalan baru.

Suara.com - Di tengah sorotan publik terkait isu kedekatan suaminya, Insanul Fahmi dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa membagikan sebuah kisah pribadi yang menyentuh.

Wardatina Mawa mengungkapkan perjuangannya untuk melanjutkan pendidikan yang sempat tidak mendapat restu dari sang suami, Insanul Fahmi yang sekarang justru diisukan memiliki hubungan gelap dengan Inara Rusli.

Jauh sebelum rumah tangganya dihantam isu orang ketiga, Mawa mengungkapkan dirinya dan sang suami pernah memiliki janji mulia untuk membangun sebuah rumah yatim piatu sebelum menikah.

Karena itu, Mawa ingin melanjutkan kuliah untuk menambah bekal ilmunya mewujudkan impian mereka di awal pernikahan tapi sempat tak mendapat izin dari suaminya.

"Alhamdulillah saya akhirnya kembali kuliah. Pada saat itu sempat tidak mendapatkan izin dari suami juga," ungkap Wardatina Mawa pada Instagram storynya, Minggu 23 November 2025.

Curhatan Wardatina Mawa, yang suaminya diduga selingkuh dengan Inara Rusli (Instagram)

Menurut Mawa, suaminya berpendapat bahwa perannya sebagai istri dan ibu sudah cukup.

Sehingga, Mawa diminta untuk fokus mengurus rumah tangga dan tidak perlu lagi mengejar karier atau pendidikan yang lebih tinggi.

"Beliau mengatakan bahwa saya cukup di rumah saja, mengurus anak dan tidak perlu berkarier atau melanjutkan pendidikan," ujar Mawa.

Keputusan ini terasa berat bagi Mawa, terutama karena mereka pernah nazar untuk membangun sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Baca Juga: Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak

"Padahal sebelum menikah, kami pernah membuat sebuah janji, sebuah nadzar. Kami bermimpi suatu hari, kami ingin membangun rumah yatim," kata Wardatina Mawa.

Profil Insanul Fahmi. (Instagram/@insanulfahmi)

"Kami ingin hidup kami bukan hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain," lanjutnya

Mawa mengakui bahwa suaminya adalah sosok yang bertanggung jawab dalam hal nafkah dan tak pernah perhitungan.

"Cukup abang aja yang mencari nafkah, kata beliau pada saat itu dan sampai kemarin pun. Alhamdulillah jujur beliau juga baik banget, gak pelit sedikit pun," jelas Mawa.

Meski demikian, Mawa tak gentar untuk meminta izin kuliah lagi sampai akhirnya bisa melanjutkan pendidikannya lagi walaupun sempat tak mengantongi restu suaminya.

"Dan saat saya kembali meminta izin untuk kuliah demi masa depan dan demi amanah janji itu, saya tidak langsung mendapat restu," tuturnya.

Mawa tetap melanjutkan langkahnya kuliah lagi meskipun tanpa restu, karena tujuannya melanjutkan pendidikan bukanlah untuk meninggalkan keluarga atau mencari popularitas.

Wardatina Mawa ingin mengembangkan diri agar bisa lebih bermanfaat dan merealisasikan mimpi mereka.

"Padahal tujuan saya bukan untuk meninggalkan keluarga, bukan untuk mengejar panggung, bukan untuk melawan, tetapi untuk berkembang, untuk bermanfaat, untuk melanjutkan mimpi yang dulu kami ucapkan bersama," tegasnya.

Sayangnya dibalik usahanya meminta izin suami, Mawa mengatakan impiannya bersama suami yang ingin membuat rumah yatim dan bermanfaat bagi banyak orang belum juga terwujud sampai sekarang.

Kini, rumah tangganya justru dihadapkan masalah orang ketiga yang menyeret nama Inara Rusli.

Prahara rumah tangga ini seolah membuat Mawa sadar bahwa jalan untuk mewujudkan impiannya bersama suami dulu harus tempuh sendirian.

"Namun hari ini, dengan segala yang terjadi. Saya sadar jika jalan menuju kebaikan harus saya lanjutkan sendiri. Bismillah saya akan tetap melangkah," katanya dengan penuh tekad.

"Karena saya percaya, nadzar itu bukan hanya sekedar kata di bibir tapi tanggung jawab di hadapan Allah. Tidak boleh dipermainkan," ujarnya.

Baginya, janji yang pernah diucapkan bersama suaminya adalah sebuah tanggung jawab serius di hadapan Tuhan yang tidak boleh dipermainkan.

"InsyaAllah, jika satu pintu tertutup, Allah akan buka sepuluh pintu lainnya selama saya terus berjalan dengan niat yang bersih. Bismillah semoga Allah mudahkan, mohon doanya ya teman-teman," jelasnya.

Load More