- Pelangi di Mars menggunakan konsep hybrid (live-action dan animasi 3D) dengan teknologi XR (Unreal Engine) dan dijadwalkan tayang 2026
- Sutradara Upie Guava ingin anak Indonesia, yang diwakili karakter Pelangi, memimpin petualangan menyelamatkan bumi dengan memimpin robot-robot asing
- Produksi Film Negara (PFN) mendukung proyek ambisius ini dan berencana mengembangkan IP Unyil setelah perilisan Pelangi di Mars
Dendi menjelaskan bahwa film ini adalah kombinasi live action dan animasi. Tidak bisa dibilang 100 persen animasi, tapi juga bukan murni live action.
"Makanya metodenya Hybrid. Metode animasi kami pun berbeda dengan traditional animation pipeline, kami menggunakan game engine dan Motion Capture," jelasnya.
Terkait biaya produksi, Dendi enggan menyebutkan angka pasti. Namun, dia mengakui bahwa ini adalah film dengan bujet terbesar yang pernah dia produksi, bahkan diprediksi melampaui standar biaya film animasi besar di Indonesia yang biasanya berkisar Rp30-40 miliar.
"Kalau dari hasil, di atas (standar normal) kayaknya ya," ujar Dendi sambil tersenyum.
Dukungan PFN dan Sinergi dengan Ifan Seventeen
Menariknya, proyek ini mendapat dukungan penuh dari Perum Produksi Film Negara (PFN). Rivan Fajarsyah, atau yang akrab disapa Ifan Seventeen, yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PFN, menegaskan bahwa keterlibatan negara dalam film ini bukan tanpa alasan.
Menurutnya, Pelangi di Mars melambangkan masa depan industri film Indonesia.
"Industri perfilman Indonesia di 2024 sedang sunrise. Tapi Pelangi di Mars ini beda. Ini melambangkan masa depan industri film Indonesia. Film ini merealisasikan ide seliar apapun dari sutradara," kata Ifan.
Vokalis band Seventeen ini juga menjelaskan bahwa PFN hadir untuk memfasilitasi, bukan bersaing dengan rumah produksi swasta.
Baca Juga: Belajar dari Strategi 7 Tahun Jumbo, Ambisi Animasi Lokal Menuju Panggung Global
Dia juga membocorkan rencana besar PFN selanjutnya setelah proyek ini.
"Yang pertama kali kita coba naikkan adalah sebuah IP baru yang berjudul Pelangi di Mars. Next insya Allah kemarin juga kita udah ngobrol sama Upie juga, sama Mas Dendi juga, insya Allah next kita mau develop Unyil. After this movie pasti," ungkap Ifan.
Messi Gusti Tumbuh Bersama Pelangi
Pemeran utama, Messi Gusti, yang memerankan karakter Pelangi, menceritakan pengalaman uniknya tumbuh bersama produksi film ini. Proses syuting yang panjang membuatnya "menua" di lokasi syuting.
"Awalnya shoot pas aku kelas 5 SD. Terus mulai syuting Motion Capture pas aku kelas 7 (1 SMP). Terus lanjut lagi syuting XR pas aku kelas 9. Sekarang aku kelas 10," cerita Messi.
Berakting dengan teknologi XR memberikan tantangan tersendiri bagi remaja ini. Dia harus berinteraksi dengan karakter robot yang secara fisik tidak ada di depannya.
Berita Terkait
-
Usai Scarlett Johansson Mundur, Kathryn Hahn Dilirik Perankan Mother Gothel
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Disney Umumkan Pemain Rapunzel dan Flynn Rider di Tangled Live Action
-
Akhirnya! Disney Resmi Umumkan Pemeran Utama Film Live-Action Tangled
-
Papa Zola The Movie Segera Tayang di Bioskop Indonesia, Ini Jadwal dan Fakta Menariknya
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Profil Roby Tremonti, Aktor Terseret Dugaan Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Indro Warkop Bandingkan Kasus Pandji Pragiwaksono dengan Era Kritik Warkop DKI
-
Jennie Blackpink Borong Piala, Ini Daftar Lengkap Pemenang Golden Disc Awards 2026
-
Tommy Soeharto dan Tata Cahyani Kompak Dampingi, Ini Deretan Potret Siraman Darma Mangkuluhur
-
Sosok Puteri Modiyanti yang Curi Perhatian di Acara Siraman Darma Mangkuluhur
-
Dituduh Lakukan KDRT pada Jule, Na Daehoon Tegas Membantah: Saya Tak Pernah Lakukan Hal Memalukan
-
Usai Pengakuan Grooming Aurelie Moeremans, Roby Tremonti Mendadak Singgung Jerat Hukum Tokoh Fiktif
-
Bunga Zainal Geram Lihat Inara Rusli, Datang ke Podcast Tapi Tak Ada Penyesalan atas Kasus Poligami
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Alasan Anies Baswedan Tak Dibahas di Mens Rea
-
Beredar Chat Jule Ngaku Korban KDRT Na Daehoon, Tapi Kok Dapat Hak Asuh?