Suara.com - Aksi Zita Anjani saat membantu korban banjir Sumatra menjadi pusat perhatian setelah video dirinya mengepel lantai rumah warga viral di media sosial.
Gerakan mengepel yang dinilai canggung membuat warganet mempertanyakan efektivitas aksinya karena sapuan pel terlihat tidak terarah dan kurang bermanfaat.
Banyak yang menilai gaya memegang pel Zita tampak seperti pencitraan sehingga tidak menunjukkan kemampuan bersih-bersih yang sebenarnya.
Penampilan Zita yang tetap stylish di tengah wilayah bencana juga menjadi bahan kritik karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi lapangan yang memerlukan kerja fisik.
"Udah? Cuma 1 meter doang nyeroknya? Itu pun lumpurnya lo pepetin lagi ke tembok, nggak bikin bersih juga tuh lantai," cibir warganet.
Komentar lain yang viral menyindir keberadaan kamera dan pihak lain di lokasi.
"Tolong itu artisnya diberi ruang sedikit. Jadi kurang lepas aktingnya gara-gara figuran mondar-mandir," sahut yang lain.
Perdebatan warganet akhirnya meluas pada isu keikhlasan pejabat, pencitraan, dan gaya komunikasi publik ketika berinteraksi dengan korban bencana.
Baca Juga: Menhut Raja Juli Soal Sentilan 'Tobat Nasuha' Banjir Sumatra: Gus Imin Sudah Minta Maaf Via WA
Zita hadir di wilayah banjir Sumatra dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata yang ikut memantau kondisi langsung di lapangan.
Dia memastikan proses evakuasi berjalan cepat, distribusi bantuan tepat sasaran, serta warga terdampak menerima bantuan kehidupan darurat yang memadai.
Zita juga mengawal pengiriman bantuan logistik Presiden menggunakan pesawat Hercules untuk menjangkau wilayah yang sulit ditembus akibat banjir besar.
Identitasnya sebagai putri pasangan Zulkifli Hasan dan Soraya Zulkifli Hasan kembali diangkat publik karena latar belakang politik keluarganya.
Rangkaian kontroversi yang pernah menimpanya kembali diperbincangkan, termasuk unggahan foto secangkir kopi Starbucks dengan latar Ka'bah saat isu boikot memanas.
Publik juga mengingat pembatalan mendadak seminar di Unpad yang berbarengan dengan unggahan aktivitas gym sehingga memicu kekecewaan besar.
Isu ketidakhadiran Zita dalam rapat paripurna DPRD DKI sempat menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat kala itu.
Rangkaian catatan tersebut membuat aksi mengepel Zita kali ini semakin diperbincangkan karena publik merasa rekam jejaknya memengaruhi cara mereka menilai.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Harga Material Naik, Bantuan Rumah Korban Banjir Sumatra Diusul Jadi Rp80 Juta
-
Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar
-
Purbaya Akui Dana Pemulihan Bencana Sumatra Rp 60 T Baru Terserap Sedikit
-
Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra
-
3.000 Nakes Terdampak Banjir Sumatra Dapat Bantuan Perbaikan Rumah, Menkes: Supaya Tenang Kerja
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan