- Drummer legendaris Yaya Moektio meninggal pada Senin, 8 Desember 2025, pukul 04.00 WIB di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
- Penyebab kematian adalah infeksi akut akibat usus buntu kronis yang pecah dan menyebar ke paru serta ginjal.
- Almarhum dimakamkan di TPU Jeruk Purut hari yang sama dan belum sempat mewujudkan acara penghormatan untuk sahabatnya.
"Untuk selanjutnya ternyata papa tuh di penyakit yang belum ada tuh kayak parunya yang tadinya enggak ada jadi kena TB (Tuberkulosis), terus ususnya yang enggak kenapa-napa jadi kena TB, ginjalnya juga jadi kena. Nah itu yang bikin papa enggak bisa membaik itu karena TB-nya," jelas Rama.
Total, Yaya Moektio dirawat intensif selama 17 hari, mulai dari RS Mayapada hingga akhirnya dirujuk ke RS Fatmawati.
Selama perawatan, kondisinya naik turun. Pada hari kelima perawatan di RS Mayapada, Rama menyebut ayahnya sudah tidak bisa berkomunikasi secara verbal.
"Stabil paling cuma satu hari dia sempat sadar... tapi masih bisa 'ngoh-ngoh' (merintih) gitu, karena kan alat mesin masuk," tuturnya.
Detik-detik Terakhir dan Keinginan yang Belum Terwujud
Meski berat, pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian sang drummer. Rama menceritakan momen-momen terakhir menemani sang ayah.
Keluarga sempat membimbing doa (talqin) sejak malam hari hingga dini hari sebelum Yaya berpulang.
"Babe kita talqin tuh dari jam 8 malam sampai jam 2. Karena emang dia sakit kan, dipasang alat. Dan memang saya bilang sama dokter dimaksimalin aja, sampai enggak usah dipaksa atau enggak usah diduluin gitu dengan melepas alat," kata Rama.
Di balik kepergiannya, ternyata ada satu keinginan Yaya Moektio yang belum sempat terlaksana.
Baca Juga: Kabar Duka, Ayah Jerinx SID Meninggal Dunia
Dia berencana membuat sebuah acara penghormatan untuk sahabat sekaligus partner bermusiknya, Reddy Noor, yang baru saja meninggal dunia.
Yaya berniat mengumpulkan rekan-rekan musisi lawas seperti Geng Pegangsaan dan Kinan Nasution untuk acara bertajuk Reddy Noor Night. Namun, takdir berkata lain. Yaya jatuh sakit saat tengah mengurus persiapan acara tersebut.
"Akhirnya dia lagi tengah jalan mau ngurus, sakit... Sekarang akhirnya jadi Yaya Moektio and Reddy Noor Night. Mau dibikin sama teman-temannya Papa gitu," ujar Rama.
Sosok Ayah yang Humoris dan Mudah Bergaul
Di mata sang anak, Yaya Moektio bukan hanya sekadar musisi hebat, tetapi juga ayah yang baik dan sosok yang sangat mudah bergaul.
Hal ini terbukti dari banyaknya pelayat yang hadir mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir, meski cuaca cukup terik.
"He is a good father, he is a good drummer. Emang banyak belajar dari dia. Untuk sosialisasinya dia baik, kuat, gampang berteman," kenang Rama.
Rama pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah hadir dan mendoakan almarhum.
"Alhamdulillah. Ya emang begitu emang dia... orang-orang kayak tadi kita bela-belain lama, panas... Masya Allah emang. Mudah-mudahan doanya sampai," tutup Rama.
Sekilas Profil Yaya Moektio
Nama Yaya Moektio bukanlah sosok asing dalam sejarah musik rock Indonesia. Pria kelahiran Jakarta ini dikenal sebagai salah satu drummer dengan teknik mumpuni yang pernah mewarnai panggung musik cadas Tanah Air.
Kariernya melesat saat bergabung dengan grup Gong 2000 pada era 90-an bersama nama-nama besar seperti Ahmad Albar, Ian Antono, dan Donny Fattah. Bersama Gong 2000, gebukan drum Yaya menjadi nyawa bagi hits-hits seperti Bara Timur dan Kepala Dua.
Tak hanya di Gong 2000, Yaya juga menjadi bagian penting dari sejarah band legendaris God Bless. Ia resmi bergabung menggantikan posisi drummer sebelumnya dan berkontribusi penuh dalam album 36th yang dirilis pada tahun 2009.
Selain di ranah rock, Yaya Moektio juga dikenal sebagai anggota band Cockpit, sebuah grup yang didedikasikan untuk membawakan lagu-lagu Genesis.
Dia juga tercatat pernah memperkuat Prambors Band, membuktikan fleksibilitasnya sebagai musisi lintas genre. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi kancah musik Indonesia.
Berita Terkait
-
Dunia Rock Tanah Air Berduka, Mantan Drummer God Bless dan Gong 2000 Yaya Moektio Tutup Usia
-
6 Pemain Preman Pensiun yang Telah Meninggal Dunia, Terbaru Epy Kusnandar
-
Epy Kusnandar Sempat Pingsan Berkali-kali sebelum Meninggal, Tapi Menolak Diajak ke Dokter
-
Kronologi Meninggalnya Epy Kusnandar: Jatuh dari Kasur hingga Tekanan Darah Melonjak sampai 200
-
Kenang Epy Kusnandar, Opie Kumis: Selalu Bantu Teman Susah
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Sinopsis Teach You a Lesson, 'Pawang' Siswa Nakal Turun Gunung, Baru Mendarat di Netflix
-
Hati Betrand Peto Hancur, Pasang Badan Bela Ruben Onsu usai Dihina Sarwendah: Ayah Bukan Bencong!
-
Denny Sumargo Kaget Lihat Perkembangan Anak, Bisa Diajak Komunikasi Dua Arah Meski Belum Dua Tahun
-
Sinopsis Esok Tanpa Ibu: Ketika Sosok Ibu Digantikan AI, Lagi Merajai Netflix
-
Sinopsis The Irishman: Kisah Nyata Pembunuh Bayaran Mafia Legendaris, Masih Tayang di Netflix
-
Dari Wattpad ke WeTV: Kisah Samuel yang Dinanti 21 Juta Pembaca Akhirnya Tayang
-
Netizen Geram, Pria Viral 'Joget Cuan' Rp6 Juta/Hari Terlihat Lagi di Agenda Program MBG
-
Parodi Permintaan Maaf Sarwendah Viral di Media Sosial: Isinya Jauh Lebih Jujur
-
Diperiksa Polisi Terkait Kasus Umrah Hanania, Keanu AGL: Saya Tidak Terima Uang!
-
Pesona Nastasya Shine: Rahasia Tetap Glowing dan Awet Muda di Tengah Kesibukan Mengurus 3 Anak