- Puspa Indah, finalis LIDA 2020, meluncurkan remake single "Madah dan Kerenah" karya M. Nasir dan S. Amin Shahab.
- Lagu pop Melayu tentang ketulusan dalam hubungan asmara tersebut direkam dengan bantuan tim produksi profesional.
- Video musiknya diambil di perairan Bungus, Padang, dan kini tersedia di platform digital sejak 28 November 2025.
Suara.com - Industri musik Tanah Air kembali disuguhkan kolaborasi lintas negara yang memukau.
Puspa Indah, solois perempuan berbakat sekaligus finalis Liga Dangdut (LIDA) Indosiar 2020, resmi meluncurkan remake single bertajuk "Madah dan Kerenah".
Bukan sekadar lagu biasa, single ini merupakan karya emas dari dua seniman legendaris Malaysia, M. Nasir dan S. Amin Shahab.
Nama keduanya sudah tak asing lagi di telinga penikmat musik Asia sebagai pencipta hits abadi seperti "Isabella", "Tiara", hingga "Suci Dalam Debu".
Tantangan Membawakan Karya Masterpiece
Bagi Puspa Indah, kesempatan membawakan ulang lagu yang pernah dipopulerkan oleh Ramlah Ram pada tahun 1993 ini adalah sebuah kehormatan besar.
Namun, ia tak menampik adanya tantangan tersendiri dalam proses kreatifnya.
"Awalnya memang agak susah memahami bait-bait liriknya satu per satu, tapi seiring berjalannya waktu, aku bisa memahaminya dan menyanyikannya dengan nyaman," kata pemilik nama lengkap Puspa Indah Armydea ini saat ditemui di kantor Dua Suara Media, di kawasan BSD City, baru-baru ini.
Lagu "Madah dan Kerenah" sendiri sarat akan makna mendalam.
Baca Juga: Roby Satria Panen Cuan Royalti, Sebut Katalog Lagu Aset Warisan Musisi
Liriknya berkisah tentang pentingnya kesabaran, ketulusan, dan komunikasi dalam menghadapi badai hubungan asmara.
Sentuhan Pop Melayu dan Visual Eksotis
Dalam penggarapan single ini, Puspa dibantu oleh tim produksi yang terdiri dari Hardo Maret, Ibel Santano, Iwan Romeo, dan Rozac Tanjung.
Mengusung genre pop Melayu, kemampuan vokal Puspa yang memiliki dasar cengkok dangdut justru menjadi nilai tambah.
Ia mampu menaklukkan tingkat kesulitan lagu ini dengan teknik vokal yang unik dan range suara yang khas.
Untuk melengkapi keindahan lagunya, video musik "Madah dan Kerenah" digarap dengan konsep outdoor yang sinematik.
Berita Terkait
-
Roby Satria Panen Cuan Royalti, Sebut Katalog Lagu Aset Warisan Musisi
-
WAMI Cairkan Royalti Rp36,9 Miliar, Roby Satria Penerima Tertinggi
-
Kawinkan Rasa dan Karya, Rucky Markiano Hadirkan Kafe sebagai Ruang Kolaborasi Kreatif
-
Kangen Keluarga saat Natal, Clay Siahaan Hadirkan Home for Christmas Bareng Sisca Insani
-
Djakarta Warehouse Project 2025 Hadir dengan 67 Artis dan Pengalaman 10 Hari di GWK Bali
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Kini Berlaku Sistem Buka-Tutup
-
Promo Belanja Lipstik di Guardian dari BRI, Cek Syaratnya!
-
5 HP Murah dengan Kamera Video Stabilizer Terbaik, Hasil Rekaman Makin Mulus
-
Industri Film Korsel Kembali Jaya Pasca-Pandemi, Berkat The King's Warden?
-
Tak Menyerah pada Keadaan, Anak Buruh Bangunan Ini Berhasil Meraih Kartika Astha Brata
-
Teach You a Lesson Resmi Masuk Top 10 Serial Non-Inggris Terpopuler Netflix
-
Nostalgia Hadir sebagai Tren Baru: Mengapa Gen Z Merindukan Era 2000-an?
-
Deddy Sitorus dari Partai Apa? Anggota DPR Sebut Wartawan 'Rombongan Sirkus'
-
Veronica Tan Minta P3MI Stop Kirim WNI Tanpa Jaminan Keamanan: Nyawa Pekerja Bukan Taruhan
-
Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet