- WAMI mencairkan royalti total Rp36,9 miliar untuk periode Mei-September 2025 kepada lebih dari 6.000 pencipta dan penerbit musik.
- Musisi ternama seperti Fiersa Besari dan Roby Satria termasuk dalam daftar penerima royalti tertinggi pada periode ini.
- WAMI berkomitmen pada transparansi dan akurasi pembagian royalti melalui sistem data internal bernama ATLAS, meskipun sedang dalam masa transisi regulasi.
Suara.com - Jelang akhir tahun, Wahana Musik Indonesia (WAMI) memulai proses pendistribusian royalti periode ketiga 2025 pada Selasa, 9 Desember 2025.
Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang menaungi lebih dari 6.000 pencipta dan penerbit musik ini mencairkan dana dengan nilai yang fantastis. Total nilai bersih atau nett yang didistribusikan mencapai angka Rp36.998.818.013.
Dana puluhan miliar rupiah tersebut merupakan hasil dari pembayaran dan pelaporan penggunaan karya musik. Periode yang dicakup meliputi penggunaan pada bulan Mei hingga September 2025.
Distribusi ini menyasar berbagai kategori penggunaan karya musik secara luas, mulai dari kategori digital, non-digital atau analog, hingga penggunaan di luar negeri atau overseas.
Menariknya, WAMI merilis deretan nama komposer yang mencatatkan perolehan royalti tertinggi pada periode kali ini. Sejumlah musisi papan atas masuk dalam daftar elit tersebut.
Nama-nama tersebut antara lain Roby Satria alias Roby, salah satu pencipta lagu Mangu. Ia merupakan gitaris dari personel Geisha ynag juga 'otak' dari grup Fourtwnty.
Ada pula Muthoillah Rizal Affandi, sosok di balik suksesnya lagu Yasir Lana.
Tak ketinggalan, musisi muda Daniel Baskara Putra atau Hindia lewat lagu Rumah Ke Rumah, serta Fiersa Besari sang pencipta lagu Runtuh, juga menjadi penerima royalti.
President Director WAMI, Adi Adrian, menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan total dana pengumpulan royalti sebesar Rp64 miliar kepada LMKN untuk proses verifikasi sebelum dana bersih dibagikan.
Baca Juga: Suara Lantang Melly Goeslaw di Senayan: Desak Audit Menyeluruh dan Revolusi Digital di Tubuh LMKN
“Kami berkomitmen penuh untuk memastikan royalti tersalurkan kepada para pencipta secara adil dan tepat waktu, meski berada dalam masa penyesuaian besar di tingkat nasional,” kata Adi Adrian dalam keterangan yang diterima awak media pada Selasa (9/12/2025).
Adi, yang juga dikenal sebagai musisi senior, menyebutkan, situasi regulasi saat ini sedang mengalami perubahan. Namun, hak para anggota tetap menjadi prioritas utama.
“Ini merupakan bagian dari masa transisi regulasi di tingkat nasional,” ujar Kibordis KLa Project ini.
Kendati berada dalam fase transisi, Adi menjamin akurasi data yang digunakan dalam pembagian hak ekonomi para pencipta lagu tersebut tidak akan meleset.
“Namun kami memastikan seluruh royalti yang telah dilaporkan dan disalurkan tetap diterima anggota sesuai data yang sah dan ketentuan yang berlaku,” sambungnya.
Guna menunjang transparansi, WAMI memperkuat sistem pengelolaan data internal melalui aplikasi bernama ATLAS. Sistem ini memungkinkan pencipta memantau katalog karya hingga riwayat distribusi dengan presisi.
Berita Terkait
-
Unggahan Ahmad Dhani Soal Royalti Tuai Kritik di Tengah Kabar Duka Vidi Aldiano
-
Kasus Pelanggaran Hak Cipta Lesti Kejora Resmi Dihentikan Polisi, Ini Alasannya
-
LMKN: Kreator TikTok Live Tak Dibebankan Bayar Royalti Musik
-
LMKN Buka Suara Usai Dilaporkan ke KPK soal Dana Royalti Rp14 Miliar
-
LMKN Salurkan Rp151,8 Miliar Royalti ke Musisi, Puluhan Miliar Rupiah Masih Tak Bertuan
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Banyak Pilihan Genre, 5 Film Bioskop Tayang Lebaran
-
Adhisty Zara Menghilang dari Sinetron Beri Cinta Waktu, Ada Masalah Apa?
-
Jelang Rilis Film Na Willa, Ryan Adriandhy Takut Bikin Penonton Anak-Anak Kecewa
-
Via Vallen Lahirka Anak Kedua, Dokter Ungkap Kondisi Mengejutkan Sang Bayi
-
Sopir Taksi Ketemu Vidi Aldiano, Diberi Segepok Uang Rp7 Juta untuk Mudik
-
Biasanya Tegar, Tangis Ayah Vidi Aldiano Pecah di Depan Sosok Ini
-
Sinopsis Phantom Lawyer dan Karakter Menarik Han Na Hyun
-
Sinopsis We, Everyday: Film Terakhir Kim Sae Ron Tentang Sahabat Jadi Cinta
-
Sinopsis Operation Fortune: Ruse de guerre, Tayang Sahur Dini Hari Nanti di Trans TV
-
Ambisi Jadi Duo Kadir - Doyok Baru, Oki Rengga dan Lolox Berduet di Film Tiba-Tiba Setan