- Trans TV menayangkan film sekuel Wrath of the Titans, garapan Jonathan Liebesman, pada Kamis (18/12/2025) pukul 21.00 WIB.
- Perseus harus menyelamatkan Zeus dari Hades dan Ares yang ingin membangkitkan Titan Kronos demi kekuatan dewa.
- Film ini dipuji karena visual dan efek 3D yang lebih tajam, namun dikritik karena naskah serta dialog yang dianggap dangkal.
Serta pertempuran klimaks melawan Kronos yang digambarkan memiliki kemegahan layar lebar yang memikat dengan api dan asap yang membumbung tinggi.
Sinematografer Ben Davis dianggap berhasil menangkap detail kotoran dan keringat pada wajah Perseus, serta penggunaan efek 3D yang jauh lebih baik, terutama dalam adegan pertarungan melawan Chimera berkepala dua di awal film.
Namun, pujian visual tersebut runtuh ketika berbicara soal cerita. Efek khusus dianggap terlalu berlebihan hingga "mengerdilkan" para karakter.
Kritikus lain bahkan menyebut film ini tidak memiliki cerita yang dapat dipahami dan para aktor menghabiskan waktu mereka untuk meneriakkan dialog yang menggelikan satu sama lain, di tengah ledakan gunung dan bola api.
Kritikus lainnya menyoroti bagian plot, di mana hal-hal terjadi begitu saja tanpa sebab-akibat yang jelas, hanya demi memicu adegan aksi berikutnya.
Kehadiran aktor sekelas Liam Neeson dan Ralph Fiennes dianggap sebagai penyelamat karisma film ini, meskipun materi yang mereka bawakan terbatas.
Meski begitu, sutradara Liebesman dianggap tidak memberikan Neeson dan Fienes materi yang cukup berbobot, sehingga bakat besar mereka terasa terbuang dalam dialog eksposisi yang kaku.
Wrath of the Titans adalah tontonan yang memanjakan mata bagi pencinta aksi fantasi yang tidak terlalu peduli pada kedalaman cerita.
Film ini sukses menghadirkan monster-monster mitologi, mulai dari Cyclops, Chimera, hingga Kronos, dengan detail CGI yang impresif.
Baca Juga: Bakal Gelap Banget! Intip Sinopsis The Death of Robin Hood yang Dibintangi Hugh Jackman
Namun, bagi mereka yang mencari drama mitologi yang cerdas dan emosional, film ini mungkin akan terasa seperti video gim berdurasi 99 menit yang kehilangan jiwanya.
Berita Terkait
-
Bakal Gelap Banget! Intip Sinopsis The Death of Robin Hood yang Dibintangi Hugh Jackman
-
Clash of the Titans Malam Ini di Trans TV: Sam Worthington Lawan Dewa Murka
-
Sinopsis Disclosure Day: Film Alien Terbaru Steven Spielberg Siap Guncang Bioskop 2026
-
Rekap Lengkap Avatar 1 & 2, Panduan Wajib Sebelum Nonton Fire and Ash
-
Suicide Squad: Ketika Penjahat Jadi Pahlawan dalam Kekacauan yang Menghibur, Malam Ini di Trans TV
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan