Suara.com - James Cameron kembali mengajak penonton menyelami dunia Pandora melalui Avatar: Fire and Ash yang disebut menjadi film paling menentukan dalam keseluruhan saga Avatar.
Sebagai film ketiga, Fire and Ash memikul beban ekspektasi besar karena berpotensi menjadi penutup perjalanan Avatar di layar lebar.
Meski menuai pujian dari sisi visual, film ini mendapat respons kritis yang lebih moderat dibanding Avatar dan The Way of Water.
Oleh karena itu, ending Avatar: Fire and Ash menjadi bahan perbincangan hangat karena menutup banyak konflik sekaligus membuka peluang kelanjutan cerita.
Duka Keluarga Sully Menjadi Pondasi Emosional Cerita
Avatar: Fire and Ash dibuka dengan kondisi emosional keluarga Sully yang masih hancur setelah kehilangan Neteyam dalam peristiwa film sebelumnya.
Kesedihan mendalam Jake Sully dan Neytiri menjadi motor utama narasi yang memengaruhi keputusan, tindakan, serta konflik batin mereka sepanjang film.
Jake digambarkan semakin keras dan agresif, mencerminkan beban sebagai pemimpin sekaligus ayah yang gagal melindungi anaknya.
Sementara itu, Neytiri tampil lebih emosional dan protektif, menunjukkan trauma kehilangan yang belum sepenuhnya pulih dalam jiwanya.
Baca Juga: 6 Film Natal Klasik dengan Rating Tertinggi, Wajib Ditonton saat Liburan
Duka keluarga Sully tidak hanya bersifat personal, tetapi juga menjadi simbol harga mahal perjuangan mempertahankan Pandora dari penjajahan manusia.
Varang dan Ash Clan Menghadirkan Ancaman Ideologis Baru
Konflik utama film berkembang ketika Mangkwan Clan atau Ash Clan muncul sebagai kelompok radikal yang menolak ajaran Eywa sepenuhnya.
Varang, pemimpin Ash People, digambarkan sebagai antagonis ideologis yang percaya bahwa Eywa telah mengkhianati kaumnya.
Alih-alih menjaga keseimbangan alam, Varang memilih jalan kehancuran total sebagai bentuk pembalasan terhadap Pandora dan klan Na'vi lainnya.
Ash People digambarkan sebagai penjarah dan penindas klan lain, menciptakan ancaman yang berbeda dari penjajah manusia sebelumnya.
Berita Terkait
-
Iko Uwais Buka-bukaan Soal Riders saat Syuting Film Hollywood
-
Sinopsis dan Alasan Nonton The Great Flood, Film Kim Da Mi dan Park Hae Soo
-
Review Film Janur Ireng: Menegangkan di Awal, Menghibur di Tengah, Mengikat di Akhir
-
Umay Shahab Tegaskan Sinemaku Pictures Bukan 'Corong' Tunggal Gen Z di Industri Film
-
Nonton Bioskop Makin Hemat! TIX ID dan ShopeePay Tebar Diskon hingga Rp20 Ribu, Cek Syaratnya
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
Terkini
-
Viral Dokter Kandungan Minta Ayah Azanin Bayi Padahal Kristen: Mukanya Kayak Guru Ngaji
-
Tangis Betrand Peto Pecah, Antar Ruben Onsu Umrah untuk Ketiga Kalinya
-
Dinilai Mirip Justin Bieber, Suraj Chavan Dinobatkan Jadi Pria Paling Tampan di India
-
Persiapan Pernikahan Jennifer Coppen Terungkap, Sudah Test Makeup dan Desain Gaun Pengantin
-
Susul Farida Nurhan, Bobon Santoso Umumkan Pensiun dari YouTube, Jual Akun Rp20 miliar
-
Marapthon Tetap Tayang, Reza Arap Ngamuk Dituding Jadikan Lula Lahfah 'Komoditas': Cobain Jadi Saya!
-
Profil Cha Jung Won, Aktris Trendsetter yang Diam-Diam Pacaran dengan Ha Jung Woo
-
Mulai Hari Ini, Tiket Nonton Film Sadali Diskon Buy 1 Get 1 di m.tix
-
Penyidik Masih Tunggu Izin Presiden untuk Periksa Ahmad Dhani, Rayen Pono: Udah Kayak Drama Korea
-
Kemunculan Epstein Files Cuma Pengalihan Isu? Diduga Ada Kasus Besar yang Ditutupi