Entertainment / Gosip
Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB
Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]
Baca 10 detik
  • Tersangka Ashari diringkus tim gabungan di Wonogiri setelah sempat buron, dengan kondisi tangan terikat dan wajah memelas saat diamankan.
  • Pelaku yang merupakan pengurus pesantren di Pati diduga mencabuli hingga 50 santriwati dengan modus ancaman dikeluarkan dari lembaga pendidikan.
  • Atas tindakan bejatnya, tersangka kini terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Suara.com - Pelarian Ashari, tersangka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati, berakhir.

Setelah sempat menjadi buron, Ashari berhasil diringkus tim gabungan Satreskrim Polresta Pati di wilayah Wonogiri pada Kamis, 7 Mei 2026.

Proses penangkapan pria tersebut berlangsung cukup dramatis. Tengok saja unggahan akun Instagram @patihits.

Dalam video yang beredar, terlihat tangan Ashari diikat saat dirinya sedang tengkurap di tanah.

"Bersyukur kepada Polisi @polresta_pati atas kerja keras mereka untuk menangkap Kiayi CAB*L yang hampir menangis, hampir jatuh ke dalam pasir dan bukit pasir," tulis unggahan tersebut.

Selain video, terdapat pula foto yang memperlihatkan wajah memelas Ashari yang hanya mengenakan celana pendek saat diamankan petugas.

Kini, Ashari harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan terancam hukuman berat.

Ia diduga melanggar Pasal 76 huruf E juncto Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Berdasarkan aturan tersebut, tersangka terancam pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Baca Juga: Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Diketahui, Ashari merupakan pendiri Pesantren Ndolo Kusumo, Tlogowungu, Pati, yang diduga mencabuli 50 orang santriwati.

Modus yang digunakan pelaku adalah mengancam akan mengeluarkan korban dari pesantren jika menolak melayani nafsu bejatnya.

Ironisnya, beberapa korban dilaporkan hamil hingga dipaksa menikah dengan santri lain untuk menutupi tindakan tersebut.

Load More