Suara.com - Film horor Asia kembali menunjukkan dominasinya pada 2025 dengan deretan judul berkualitas yang mencuri perhatian penonton global.
Thailand dan Indonesia tampil paling menonjol lewat eksplorasi cerita mistis, kutukan, hingga kritik sosial yang dibalut teror mengerikan.
Sepanjang 2025, horor Asia tidak hanya mengandalkan jump scare, tetapi juga membangun atmosfer, trauma psikologis, dan mitologi lokal kuat.
Kombinasi sutradara visioner, aktor populer, serta cerita berakar budaya membuat film-film ini layak disebut yang terbaik tahun ini.
1. Panor (Art of the Devil: Beginning) - Thailand
Panor menjadi pembuka kuat film horor Asia 2025 dengan kisah asal-usul karakter legendaris dari semesta Art of the Devil.
Film ini menyoroti tragedi kelahiran, kutukan desa, dan perubahan emosional seorang perempuan menjadi penyihir paling ditakuti.
Akting Cherprang Areekul dipuji karena berhasil menghadirkan kepolosan sekaligus kegelapan batin secara perlahan dan menyakitkan.
2. Host - Thailand
Host menawarkan horor psikologis berlatar sekolah asrama terpencil dengan rahasia ritual pemanggilan roh yang sangat disturbing.
Ketegangan meningkat ketika para siswi mulai kerasukan, memunculkan paranoia, ketakutan kolektif, dan ancaman kematian nyata.
Baca Juga: Teror Jalur Pantura Dimulai! Film Alas Roban Rilis Trailer Resmi dan Guncang Warga Batang
Pendekatan atmosfer sunyi membuat Host terasa mencekam tanpa perlu banyak adegan kekerasan eksplisit.
3. Abadi Nan Jaya - Indonesia
Abadi Nan Jaya menegaskan gaya khas Kimo Stamboel dengan horor gore yang dipadukan drama keluarga penuh konflik.
Eksperimen jamu abadi berubah menjadi bencana saat wabah menyerupai zombi menyebar di desa terpencil.
Film ini sukses menggabungkan emosi, kekerasan visual, dan kritik ambisi manusia terhadap keabadian.
4. Ziam (Pak Kad Tin Theeb) - Thailand
Ziam menghadirkan horor aksi intens dengan latar rumah sakit yang dikepung wabah mayat hidup brutal.
Keahlian Muay Thai tokoh utama menjadi senjata utama bertahan hidup dalam kekacauan penuh darah.
Film ini unik karena memadukan seni bela diri, horor zombi, dan drama penyintas secara seimbang.
5. Pabrik Gula - Indonesia
Pabrik Gula mengadaptasi utas viral SimpleMan dengan atmosfer horor lokal yang kental dan menyesakkan.
Pabrik peninggalan Belanda menjadi pusat teror ketika kerajaan gaib menuntut tumbal manusia.
Visual suram dan mitologi Jawa membuat film ini sangat relevan bagi penonton Indonesia.
6. Lilim - Filipina
Lilim menawarkan horor sejarah berlatar Filipina era darurat militer dengan nuansa sekte iblis menyeramkan.
Panti asuhan yang seharusnya aman berubah menjadi tempat ritual pengorbanan anak yang mengerikan.
Film ini kuat secara narasi, menggabungkan horor, trauma, dan kritik kekuasaan represif.
7. Kitab Sijjin & Illiyyin - Indonesia
Kitab Sijjin & Illiyyin memperluas semesta santet Indonesia dengan konflik spiritual lebih kompleks dan emosional.
Pertarungan ilmu hitam dan rukiah dikemas dalam simbol kitab catatan amal manusia.
Akting para pemain senior memperkuat kesan horor religius yang intens dan mencekam dalam film arahan Hadrah Daeng Ratu ini.
8. Dui Shaw - Bangladesh
Dui Shaw mengangkat mitos Asia Selatan ke latar urban modern dengan pendekatan horor psikologis mendalam.
Entitas kuno bangkit akibat pembangunan serampangan yang merusak tanah keramat.
Film ini relevan secara sosial dan menawarkan teror yang terasa dekat dengan kehidupan nyata.
9. Attack 13 - Thailand
Attack 13 memadukan horor sekolah dengan kritik sosial tajam tentang perundungan remaja.
Arwah siswi pembuli meneror teman-temannya dengan cara brutal dan penuh dendam.
Film ini efektif menyampaikan pesan moral tanpa kehilangan elemen ketegangan horor klasik Thailand.
Deretan film horor Asia terbaik 2025 membuktikan bahwa genre ini terus berevolusi dengan cerita berani dan identitas budaya kuat.
Dominasi Thailand dan Indonesia menjadi sinyal bahwa horor Asia semakin diperhitungkan secara global, tidak hanya menakutkan, tetapi juga bermakna.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Teror Jalur Pantura Dimulai! Film Alas Roban Rilis Trailer Resmi dan Guncang Warga Batang
-
Syuting Film Dusun Mayit Bikin Ersya Aurelia Kaku Tak Berdaya Diganggu Makhluk Halus
-
15 Film Indonesia Terbaru Siap Tayang di Bioskop Januari 2026
-
10 Film Horor Terbaik 2025, Final Destination hingga Sinners
-
Tantangan Bera Tora Sudiro di Film Horor Perdananya, Janur Ireng
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Asri Welas Banting Tulang Sendiri Demi Anak, Nafkah dari eks Suami Diduga Abu-Abu
-
Ramadan 2026 Jadi Momen Terberat Asri Welas, Bakal Tinggalkan Anak-Anak
-
The Connel Twin Bongkar Artis J Sering 'Digilir' di Bali, Jennifer Coppen Dicurigai Haters Panik
-
Akting dengan Tatjana Saphira, Fadi Alaydrus PDKT Seminggu Buang Rasa Canggung
-
Perang SEAblings vs Knetz, Jang Hansol Blak-blakan Pernah Kritik Orang Korea Sendiri
-
Penjelasan Ending The Art of Sarah, Siapa Sebenarnya Sarah Kim?
-
3 Drakor Terbaru Shin Hae Sun, The Art of Sarah Tayang di Netflix
-
Anak Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Laki-Laki atau Perempuan? Akhirnya Diumumkan
-
Bela Sule, Nathalie Holscher Semprot Teddy Pardiyana karena Minta Jatah Warisan
-
Tak Cuma Jago Akting, Aktor Chandra Wahyu Sabet Penghargaan Inspiratif di HPN 2026