- Anrez Adelio menyatakan siap membiayai kehamilan, persalinan, hingga menafkahi bayi Icel secara kekeluargaan.
- Pihak Anrez menegaskan hubungan dilakukan atas dasar suka sama suka dan membantah tuduhan kekerasan seksual maupun paksaan aborsi.
- Kuasa hukum mengungkap Anrez dipaksa menandatangani surat pernyataan di bawah tekanan saat rumahnya digeruduk dini hari.
Suara.com - Setelah sempat bungkam di tengah badai isu tak sedap yang menyeret namanya, aktor Anrez Adelio akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, pihak Anrez membantah tegas tuduhan lari dari tanggung jawab terkait kehamilan selebgram Friceilda Prillea alias Icel.
Polemik ini bermula pada akhir Desember 2025, ketika Icel muncul ke publik dengan pengakuan mengejutkan bahwa dirinya tengah mengandung buah hati dari sang aktor.
Icel menuding Anrez menghilang dan enggan bertanggung jawab, yang berujung pada pelaporan ke Polda Metro Jaya atas dugaan kekerasan seksual dan penelantaran.
Menanggapi hal tersebut, Ramzy Brata Sungkar melalui pesan singkat kepada awak media pada Senin, 5 Januari 2026, menegaskan bahwa kliennya tidak pernah berniat lari dari kewajiban.
Siap Menikahi dan Menafkahi
Ramzy menjelaskan bahwa sejak awal mengetahui kehamilan tersebut, Anrez tegaskan telah menunjuk dirinya untuk mengurus pertanggungjawaban secara kekeluargaan.
Aktor 28 tahun itu disebut siap menanggung seluruh biaya, mulai dari kehamilan hingga sang bayi lahir.
"Semua sudah terjadi dan pihak Anrez dari awal menunjuk saya sebagai Penasihat Hukumnya sepakat untuk bertanggung jawab atas bayi yang sedang dikandung, mulai dari proses kehamilan, persalinan, dan sampai bayi itu lahir klien saya mau menafkahi," tulis Ramzy Brata Sungkar.
Baca Juga: Dituding Kabur Usai Hamili Friceilda Prillea, Anrez Adelio Pastikan Mau Tanggung Jawab
Bahkan, pertemuan dengan keluarga besar Icel, termasuk orangtua dan saudaranya, sudah dilakukan.
Ramzy menyebut pertemuan itu awalnya bertujuan mencari win-win solution karena kejadian ini dianggap sebagai musibah bersama, bukan ajang untuk mencari keuntungan.
"Kami menemui pihak keluarga Icel untuk membahas pertanggungjawaban yang mereka mau, selama tidak menyalahi aturan pemerintah dan agama, serta tidak berlebih-lebihan," tambahnya.
Bantah Kekerasan Seksual: Datang Sukarela, Tidak Dijemput
Terkait laporan Icel yang menggunakan pasal dugaan tindak kekerasan seksual (TPKS), pihak Anrez mengaku siap membuktikannya di ranah hukum. Ramzy membeberkan bahwa hubungan intim yang dilakukan keduanya didasari suka sama suka, bukan paksaan.
Dia menyoroti pola hubungan di mana Icel kerap datang sendiri ke tempat tinggal Anrez tanpa paksaan.
"Intinya silakan kalian simpulkan sendiri, mereka melakukan hubungan tersebut bukan hanya sekali. Lebih sering dilakukan di tempat tinggal Anrez dengan cara Icel yang datang sendiri menggunakan transportasi online, tidak dijemput dan tidak diantar pulang. Apakah itu bisa dibilang memaksa? Lebih tepatnya itu sukarela," tegas Ramzy.
Klarifikasi Soal Chat Aborsi dan "Menghilang"
Mengenai beredarnya tangkapan layar percakapan di mana Anrez diduga meminta Icel menggugurkan kandungan, Ramzy memberikan konteks berbeda.
Menurutnya, pesan berisi suruhan "minum obat saja" itu terlontar karena kepanikan sesaat, bukan ancaman sistematis.
"Anrez panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia, lalu terlontar chat 'kamu minum obat saja' tanpa ada unsur paksaan," jelas sang advokat.
"Qodarullah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini, artinya Anrez tidak memaksakan atau melakukan ancaman. Itu lebih kepada menawarkan solusi yang impulsif dan kurang tepat," sambungnya.
Pihaknya juga menampik narasi bahwa Anrez menghilang setelah kasus ini viral. Justru, Anrez merasa terkejut dengan narasi yang dibangun Icel, padahal rencana pernikahan dan pembiayaan sudah dibahas.
Ramzy mengklaim memiliki bukti rekaman suara bahwa pihak keluarga Icel-lah yang justru keluar dari kesepakatan awal dan melontarkan ancaman.
Kronologi Penandatanganan Surat di Bawah Tekanan
Salah satu poin paling krusial yang diungkap Ramzy adalah kondisi saat Anrez menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang kini dijadikan alat bukti oleh pihak Icel. Ramzy menyebut kliennya mengalami intimidasi fisik dan verbal pada dini hari.
Peristiwa itu terjadi jauh sebelum berita ini mencuat ke publik. Rumah Anrez didatangi oleh sekitar enam hingga tujuh orang dari pihak Icel mulai pukul 00.25 WIB hingga 04.00 WIB.
"Posisi Anrez di rumah itu hanya sendirian. Bayangkan klien saya 'digeruduk' oleh enam, tujuh orang di malam hari hanya untuk memaksa membuat surat tersebut dengan ancaman tidak akan pulang sampai Anrez menandatanganinya," ungkap Ramzy.
Surat tersebut akhirnya dibuat pada pukul 03.13 WIB dalam kondisi Anrez di bawah tekanan.
Meski begitu, Ramzy menekankan bahwa beberapa hari setelah insiden "penggerudukan" itu, Anrez tetap menunjukkan itikad baik dengan menunjuk kuasa hukum dan menemui Icel dibCilandak Town Square untuk mediasi.
Siap Lapor Balik
Di akhir wawancara, pihak Anrez Adelio menegaskan akan mengikuti prosedur hukum di Polda Metro Jaya.
Namun, mereka juga memperingatkan potensi pelaporan balik jika mediasi kekeluargaan tidak tercapai, mengingat banyaknya tuduhan yang dianggap fitnah, seperti tuduhan aborsi, penelantaran, hingga kekerasan seksual.
"Jelas semua yang menurut kami salah, kami bantah. ITU FITNAH," tegas Ramzy.
Dia pun memberikan pesan menohok kepada pihak pelapor.
"Icel, apa yang kamu cari? Jika Allah tidak ridho maka berhati-hatilah, fitnah lebih kejam daripada membunuh. Kecuali Icel mempunyai tujuan terselubung, maka semua orang akan bisa menilai sendiri nantinya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Tak Diizinkan Jenguk Bayinya, Anrez Adelio Bongkar Chat dari Icel: Gak Butuh Nikah, Hukum Berjalan!
-
Diperiksa 5 Jam Kasus Anrez Adelio, Friceilda Prillea yang Hamil Besar Bawa Koper ke Kantor Polisi
-
Kasus Anrez Adelio Masuk Ranah UU TPKS, Polisi Beberkan Dugaan Kekerasan Seksual
-
Aib Hamili Perempuan Mencuat, Anrez Adelio Anggap Wajar Suka DM Cewek Random
-
Akhirnya Muncul usai Dituding Hamili Icel, Anrez Adelio: Aku Tahu Perbuatanku Salah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Undangan Bocor, Virgoun Dikabarkan Menikah dengan Lindi Kamis Pekan Ini
-
Jadi 'Tokek' di Ghost in the Cell, Aming Bakal Pamer Lekukan Tubuh Eksotis: Karakter Paling Unyu
-
Belajar dari Pengalaman Pribadi, Al Ghazali Tegas Tak Akan Tampilkan Wajah Anak Demi Jaga Privasi
-
Ibu Kandung Nizam Syafei Ungkap Fakta Pilu: Selama Ini Dibohongi Bahwa Dirinya Sudah Meninggal
-
Betrand Peto Jadi 'Alarm' Sahur Ruben Onsu: dari War Takjil Hingga Ketagihan Nasi Briyani
-
Bukan Sutradara, Ini Pedofil! Timo Tjahjanto Desak Penjara untuk Pelaku Pelecehan Berkedok Casting
-
Merinding! Joko Anwar Pakai Lagu 'Cicak-Cicak di Dinding' di Ghost in The Cell: Yakin Itu Lagu Anak?
-
Pesta Pernikahan El Rumi Bakal Lebih Besar dan Meriah, Al Ghazali Sebut Ada 2 Ribu Tamu Undangan
-
Jadi Penerima Beasiswa LPDP, Tasya Kamila Beberkan 7 Poin Pengabdian ke Negara Usai Lulus
-
Sudah Rela Tidur dengan Kades, Wanita Ini Murka Warungnya Tetap Dibongkar Satpol PP