Entertainment / Gosip
Selasa, 06 Januari 2026 | 12:34 WIB
Anrez Adelio ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2023) [Suara.com/Rena Pangesti].
Baca 10 detik
  • Anrez Adelio menyatakan siap membiayai kehamilan, persalinan, hingga menafkahi bayi Icel secara kekeluargaan.
  • Pihak Anrez menegaskan hubungan dilakukan atas dasar suka sama suka dan membantah tuduhan kekerasan seksual maupun paksaan aborsi.
  • Kuasa hukum mengungkap Anrez dipaksa menandatangani surat pernyataan di bawah tekanan saat rumahnya digeruduk dini hari.

"Intinya silakan kalian simpulkan sendiri, mereka melakukan hubungan tersebut bukan hanya sekali. Lebih sering dilakukan di tempat tinggal Anrez dengan cara Icel yang datang sendiri menggunakan transportasi online, tidak dijemput dan tidak diantar pulang. Apakah itu bisa dibilang memaksa? Lebih tepatnya itu sukarela," tegas Ramzy.

Klarifikasi Soal Chat Aborsi dan "Menghilang"

Mengenai beredarnya tangkapan layar percakapan di mana Anrez diduga meminta Icel menggugurkan kandungan, Ramzy memberikan konteks berbeda.

Menurutnya, pesan berisi suruhan "minum obat saja" itu terlontar karena kepanikan sesaat, bukan ancaman sistematis.

"Anrez panik dan kaget mendengar kabar Icel hamil anak dia, lalu terlontar chat 'kamu minum obat saja' tanpa ada unsur paksaan," jelas sang advokat.

"Qodarullah bayi tersebut masih ada dan sehat sampai hari ini, artinya Anrez tidak memaksakan atau melakukan ancaman. Itu lebih kepada menawarkan solusi yang impulsif dan kurang tepat," sambungnya.

Pihaknya juga menampik narasi bahwa Anrez menghilang setelah kasus ini viral. Justru, Anrez merasa terkejut dengan narasi yang dibangun Icel, padahal rencana pernikahan dan pembiayaan sudah dibahas.

Ramzy mengklaim memiliki bukti rekaman suara bahwa pihak keluarga Icel-lah yang justru keluar dari kesepakatan awal dan melontarkan ancaman.

Kronologi Penandatanganan Surat di Bawah Tekanan

Baca Juga: Dituding Kabur Usai Hamili Friceilda Prillea, Anrez Adelio Pastikan Mau Tanggung Jawab

Salah satu poin paling krusial yang diungkap Ramzy adalah kondisi saat Anrez menandatangani surat pernyataan tanggung jawab yang kini dijadikan alat bukti oleh pihak Icel. Ramzy menyebut kliennya mengalami intimidasi fisik dan verbal pada dini hari.

Peristiwa itu terjadi jauh sebelum berita ini mencuat ke publik. Rumah Anrez didatangi oleh sekitar enam hingga tujuh orang dari pihak Icel mulai pukul 00.25 WIB hingga 04.00 WIB.

"Posisi Anrez di rumah itu hanya sendirian. Bayangkan klien saya 'digeruduk' oleh enam, tujuh orang di malam hari hanya untuk memaksa membuat surat tersebut dengan ancaman tidak akan pulang sampai Anrez menandatanganinya," ungkap Ramzy.

Surat tersebut akhirnya dibuat pada pukul 03.13 WIB dalam kondisi Anrez di bawah tekanan.

Meski begitu, Ramzy menekankan bahwa beberapa hari setelah insiden "penggerudukan" itu, Anrez tetap menunjukkan itikad baik dengan menunjuk kuasa hukum dan menemui Icel dibCilandak Town Square untuk mediasi.

Siap Lapor Balik

Load More