Sitkom Disjointed juga mengalami nasib serupa karena dianggap menormalisasi penggunaan narkoba.
Semua keputusan didasarkan pada arahan resmi Infocomm Media Development Authority atau IMDA.
3. Vietnam - Isu Kedaulatan 'Nine-Dash Line' (2021–2026)
Vietnam memprotes tayangan Netflix yang menampilkan peta Laut China Selatan dengan klaim wilayah Tiongkok.
Serial seperti Pine Gap dan Little Women dianggap melanggar kedaulatan nasional Vietnam.
Permintaan penghapusan datang langsung dari Otoritas Radio, Televisi, dan Informasi Elektronik Vietnam.
Kasus ini memaksa Netflix memperketat penyaringan visual terkait peta geopolitik Asia Tenggara.
Kesalahan visual kecil terbukti mampu memicu ketegangan diplomatik serius antarnegara.
4. Jerman - Night of the Living Dead (2017)
Netflix menghapus film horor klasik ini karena masalah klasifikasi umur yang sangat ketat di Jerman.
Komisi Perlindungan Anak Jerman menilai akses film tersebut terlalu mudah bagi penonton di bawah umur.
Baca Juga: Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
Daripada menghadapi sanksi hukum, Netflix memilih menghapus versi tertentu dari katalog Jerman.
Aturan sensor digital Jerman berbeda signifikan dibanding distribusi bioskop konvensional.
Versi remake yang telah lolos sensor tetap diperbolehkan tayang di wilayah tersebut.
Apakah Mens Rea Akan Menyusul?
Hingga kini, Mens Rea masih tayang resmi di Netflix Indonesia tanpa pembatasan tambahan.
Netflix dikenal mempertahankan kontennya selama belum ada perintah hukum tertulis yang sah.
Sebagai karya komedi dewasa dengan disclaimer jelas, Mens Rea berada dalam wilayah satire yang dilindungi.
Berita Terkait
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Dilaporkan ke Polisi, Pandji Pragiwaksono Jelaskan Kondisinya
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sinopsis Film Sarahs Oil: Dari Kemiskinan ke Jutaan Dolar, Kisah Nyata yang Menginspirasi
-
Menantea Pamit Total April 2026, Jerome Polin Bongkar Skandal Penipuan Internal Tembus Rp38 Miliar
-
Denise Chariesta Ungkap Anaknya Jadi Sasaran Hujatan, Sudah Terjadi Sejak Dalam Kandungan
-
Tak Langsung Punya Lagu, 5 Musisi Dunia Awali Karier Lewat Cover Lagu
-
Enda Ungu Murka! Netizen Komentar Jorok ke Anak, Langsung Ancam ke Jalur Hukum
-
Tasya Farasya Pamer Kenangan 14 Tahun Bareng Mantan Suami, Captionnya Bikin Salfok
-
Buntut Sebar Nomor di Marapthon, Aldi Taher Kini Ngeluh Ponselnya Eror Diserbu 10 Ribu Pesan
-
Viral Anwar BAB Ditampar hingga Diremas Ibu-Ibu Gegara Gemas, Wajahnya Sampai Memar
-
Fantastis! Justin Bieber Dibayar Rp170 Miliar Jadi Headliner Coachella 2026
-
Singgung Pengkhianatan, Thomas Ramdhan Umumkan Hengkang dari Band GIGI