Entertainment / Gosip
Selasa, 13 Januari 2026 | 20:15 WIB
Seto Mulyadi atau Kak Seto di Rumah Sakit (RS) Medistra, Jakarta, Kamis (10/4/2025). [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

Suara.com - Seto Mulyadi alias Kak Seto memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan tidak membantu orangtua Aurelie Moeremans dalam kasus yang mencuat kembali.

Melalui Instagram Story, Kak Seto meminta publik menyikapi isu lama tersebut dengan tenang tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman keliru.

"Mohon kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih," tulis Kak Seto pada Selasa, 13 Januari 2026.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu menegaskan bahwa pada masanya, pihaknya telah bekerja maksimal sesuai kemampuan.

"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu," lanjutnya dalam klarifikasi.

Pernyataan ini muncul setelah kasus child grooming Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan usai perilisan buku memoarnya awal 2026.

Klarifikasi Kak Seto Usai Dituding Tak Membantu Orang Tua Aurelie Moeremans (instagram)

Dalam buku "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth," Aurelie mengungkap relasi manipulatif yang dialaminya saat masih berusia 15 tahun.

Dia bertemu seorang pria dewasa berusia sekitar 29 tahun di lokasi syuting iklan, dengan selisih usia yang cukup signifikan.

Meski menggunakan nama samaran Bobby, pria yang dimaksud kemungkinan besar adalah Roby Tremonti.

Baca Juga: Viral Kisah Pilu Aurelie Moeremans, Ini Ciri Pelaku Child Grooming yang Perlu Diwaspadai

Ibu Aurelie, Sri Sunarti, sempat melaporkan dugaan pencucian otak tersebut ke KPAI sekitar tahun 2009 hingga 2010.

KPAI kala itu mencoba memfasilitasi pertemuan keluarga dengan pihak pria dewasa, namun prosesnya berjalan sangat sulit.

Salah satu hambatan utama adalah kondisi psikologis Aurelie yang masih berada di bawah pengaruh kuat pelaku dan membelanya.

Selain itu, status usia Aurelie yang berada di ambang batas dewasa turut menyulitkan langkah perlindungan secara hukum.

Dalam pengakuan terbarunya, Aurelie menyebut dirinya terpaksa berbohong kepada petugas karena menerima ancaman serius.

Ancaman tersebut meliputi penyebaran foto pribadi hingga kekerasan fisik, membuatnya takut berkata jujur saat diperiksa.

Load More