Entertainment / Gosip
Rabu, 14 Januari 2026 | 09:15 WIB
Buku Broken Strings Aurelie Moeremans segera terbit. (Instagram)

Suara.com - Antusias publik membaca kisah hidup Aurelie Moeremans lewat buku yang ditulisnya berjudul Broken Strings membuatnya viral.

Apalagi setelah Aurelie membagikan secara gratis e-book miliknya itu untuk bisa dibaca semua orang.

Meski sudah banyak yang membaca kisahnya, namun kini ebook itu akan segera diterbitkan dalam bentuk fisik.

Kabar ini dibagikan oleh akun Instagram oharabooks pada 12 Januari 2026.

"Halo teman-teman. Buku 'Broken Strings' karya @aurelie tak lama lagi lagi dapat kamu genggam secara langsung untuk kamu baca di kamar, sekolah, kampus, cafe, atau di mana saja," tulis akun tersebut.

Penerbit Buku Ohara pun sudah membuka pemesanan untuk buku fenomenal milik Aurelie Moeremans ini.

Terlihat di kolom komentar, bukan hanya netizen biasa, beberapa artis juga terlihat ingin memiliki buku Broken Strings dalam bentuk cetak.

Buku tersebut sengaja diterbitkan secara independen melalui Ohara untuk memastikan pesan dan visi Aurelie tersampaikan secara utuh tanpa banyak campur tangan eksternal yang mungkin bisa mengubah esensi ceritanya.

"Demi menyajikan pengalaman membaca yang terbaik, naskah buku versi hard cover ini juga disunting oleh @balqisnab, dengan tetap menjaga ruh dari penulisnya dalam setiap huruf demi huruf," keterangan penerbit itu.

Baca Juga: Deretan Mantan Aurelie Moeremans, Siapa Saja yang Jadi Tokoh Broken Strings?

Sekilas tentang Ohara Books, penerbit ini relatif baru dan cukup selektif dalam memilih karya yang diterbitkan.

Fokus utama mereka saat ini adalah pada memoar, karya personal, dan sastra populer yang memiliki pesan kuat.

Mereka tidak memproduksi buku secara massal dari sembarang penulis, melainkan lebih banyak mengkurasi karya yang memiliki keterikatan visi dengan manajemen mereka atau isu sosial tertentu.

Ohara Books ini sebelumnya pernah menerbitkan buku Puisi Cinta Sehari-Hari karya Timika Wijaya.

Kumpulan puisi yang ditulis sepanjang tahun 2022. Isinya bukan tentang cinta yang muluk-muluk, melainkan pengamatan penulis terhadap aktivitas harian seperti bekerja, nongkrong, dan obrolan santai yang kemudian dituangkan menjadi bait-bait puitis.

Buku ini disukai karena terasa "relate" dengan kehidupan sehari-hari dan tidak menggunakan bahasa yang terlalu berat, sehingga cocok bagi mereka yang baru ingin mulai membaca puisi.

Kontributor : Tinwarotul Fatonah

Load More