Suara.com - Seto Mulyadi alias Kak Seto memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan tidak membantu orangtua Aurelie Moeremans dalam kasus yang mencuat kembali.
Melalui Instagram Story, Kak Seto meminta publik menyikapi isu lama tersebut dengan tenang tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman keliru.
"Mohon kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih," tulis Kak Seto pada Selasa, 13 Januari 2026.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia itu menegaskan bahwa pada masanya, pihaknya telah bekerja maksimal sesuai kemampuan.
"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu," lanjutnya dalam klarifikasi.
Pernyataan ini muncul setelah kasus child grooming Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan usai perilisan buku memoarnya awal 2026.
Dalam buku "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth," Aurelie mengungkap relasi manipulatif yang dialaminya saat masih berusia 15 tahun.
Dia bertemu seorang pria dewasa berusia sekitar 29 tahun di lokasi syuting iklan, dengan selisih usia yang cukup signifikan.
Meski menggunakan nama samaran Bobby, pria yang dimaksud kemungkinan besar adalah Roby Tremonti.
Baca Juga: Viral Kisah Pilu Aurelie Moeremans, Ini Ciri Pelaku Child Grooming yang Perlu Diwaspadai
Ibu Aurelie, Sri Sunarti, sempat melaporkan dugaan pencucian otak tersebut ke KPAI sekitar tahun 2009 hingga 2010.
KPAI kala itu mencoba memfasilitasi pertemuan keluarga dengan pihak pria dewasa, namun prosesnya berjalan sangat sulit.
Salah satu hambatan utama adalah kondisi psikologis Aurelie yang masih berada di bawah pengaruh kuat pelaku dan membelanya.
Selain itu, status usia Aurelie yang berada di ambang batas dewasa turut menyulitkan langkah perlindungan secara hukum.
Dalam pengakuan terbarunya, Aurelie menyebut dirinya terpaksa berbohong kepada petugas karena menerima ancaman serius.
Ancaman tersebut meliputi penyebaran foto pribadi hingga kekerasan fisik, membuatnya takut berkata jujur saat diperiksa.
Berita Terkait
-
Aurelie Moeremans Cerita Adaptasi Jadi Ibu Baru, dari Begadang sampai Pilih Popok
-
Dukungan Pemerintah untuk Ekosistem Film Sci-Fi: Menekraf Apresiasi Pelangi di Mars
-
Menelisik Broken Strings, Film Bermodalkan Sensasi dan Eksploitasi Doang?
-
Aurelie Moeremans Ungkap Kriteria Utama dalam Memilih Rumah Produksi Film Broken Strings
-
Novel Broken Strings Karya Aurelie Moeremans Resmi Diadaptasi Jadi Film
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Beli Tiket Rp14 Juta Cuma Dapat Punggung, Kirana Larasat Kecewa Nonton Konser F4 'FForever'
-
Tampil dengan Perut Buncit, Bentuk Pinggul Amanda Manopo Jadi Gunjingan, Begini Respons Sang Artis
-
5 Artis Ini Sudah Naik Haji Berkali-kali, Ada yang Berhaji Sampai 33 Kali
-
Bikin Kejutan, Mahalini Nekat Masukkan Musik Metal di Java Jazz 2026
-
Geram Harta Kekayaannya Ditelanjangi, Inul Daratista Ngamuk dan Ancam Lapor Polisi
-
Goda Vic Zhou Lepas Jaket di Panggung, Vanness Wu Bikin Penonton Konser F4 Histeris!
-
Bukan Sekadar Konser, Ini 3 Hal Mewah yang Bikin Penonton F4 'FForever' Dimanja Habis-habisan
-
Demi Jerry Yan Cs, 13 Fans F4 Niat Jahit Aksesoris Baju Sebulan sebelum Konser FForever
-
Magis The Beatles di Tangan Bilal Indrajaya: Sukses Bius Ratusan Penonton Java Jazz 2026
-
Bukan Minta Maaf, Keluarga Kiai Pencabulan di Pekalongan Malah Tuntut Media Hapus Berita