Entertainment / Film
Kamis, 15 Januari 2026 | 08:02 WIB
Konferensi pers web series Yang Penting Ada Cinta di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 15 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Web series berjudul Yang Penting Ada Cinta diluncurkan di Jakarta pada 14 Januari 2026, mengisahkan perjuangan Gen Z dan Milenial.
  • Serial ini mengangkat konflik Gen Z seperti patriarki, krisis seperempat abad, dan dilema pilihan karir serta percintaan.
  • Produksi kolaborasi SMARTFREN dan MNC Pictures ini akan tayang perdana 19 Januari 2026 di kanal YouTube resmi mereka.

Suara.com - Fenomena kehidupan anak muda yang terjebak di antara impian, realita yang keras, dan rumitnya percintaan menjadi premis utama dalam web series terbaru bertajuk Yang Penting Ada Cinta

Web series hasil kolaborasi antara SMARTFREN dan rumah produksi MNC Pictures ini resmi diperkenalkan kepada publik dalam acara konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 14 Januari 2026.

Menggandeng sederet nama populer seperti Marsha Aruan, Irzan Faiq, komika Arif Brata, hingga fenomena internet Fajar Sadboy, serial ini membidik segmen Gen Z dan Milenial. 

Sukaca Purwokardjono, selaku Chief Marketing Officer SMARTFREN, menjelaskan bahwa pemilihan format web series ini bukan tanpa alasan. 

Menurutnya, tontonan digital kini telah menjadi konsumsi utama berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga ibu rumah tangga.

"Web series ini menceritakan bagaimana semangat anak muda untuk meraih cita-cita, bahkan meraih cinta. Tidak ada yang tidak mungkin buat anak muda, apalagi di era digital," kata Sukaca kepada awak media.

"Sahabat itu seperti vitamin dan obat. Kalau dosisnya pas, membuat kita segar dan sehat. Suka duka bersama pada akhirnya bisa menghasilkan kesuksesan luar biasa," tambahnya. 

Konflik Patriarki hingga Krisis Seperempat Abad

Marsha Aruan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 15 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]

Di balik balutan komedi romantis, serial ini menyisipkan pesan mendalam tentang perjuangan diri. Marsha Aruan yang memerankan tokoh Renata, mengungkapkan tantangan emosional yang dia hadapi. 

Baca Juga: 5 Outfit Paling Standout dalam Emily in Paris Season 5, Evolusi Gaya Emily Cooper di Roma

Karakter Renata digambarkan sebagai perempuan yang harus berhadapan dengan ayahnya yang berpemikiran kolot, Pak Roni (diperankan oleh Deni Kumis).

"Babenya (Bapaknya) tuh masih sangat kolot, yang mengatakan kalau perempuan itu memang harus di dapur, enggak usah cari karier atau ilmu setinggi-tingginya. Tapi Renata enggak pengin mengalami hal itu," bebernya.

"Dia lebih percaya dan jujur sama dirinya sendiri bahwa cewek juga bisa, enggak kayak yang Babe omongin," tambah Marsha.

Sementara itu, Irzan Faiq yang berperan sebagai Andre, seorang karyawan biasa yang bermimpi melanjutkan usaha donat peninggalan ibunya, merasa karakter ini sangat mewakili banyak anak muda. 

Andre digambarkan sebagai sosok yatim piatu yang harus berjuang mandiri

"Andre itu representasi banyak orang yang punya mimpi sederhana, tapi jalannya tidak mudah. Dia harus belajar berdamai dengan kehilangan dan kegagalan, tanpa kehilangan harapan," jelas Irzan.

Load More