Entertainment / Film
Minggu, 01 Maret 2026 | 08:04 WIB
Pemain film Setannya Cuan dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 23 Januari 2026. [Suara.com/
Baca 10 detik
  • Ben Kasyafani tampil dalam film horor komedi berjudul Setannya Cuan yang berlatar suasana tahun 1980-an.
  • Tantangan utama Ben adalah menguasai dialek Sunda dan menyesuaikan pembawaan karakter daerah pegunungan.
  • Proses produksi film menghadapi kesulitan ekstrem termasuk pengambilan adegan menuruni bukit berulang kali akibat cuaca buruk.

Suara.com - Ben Kasyafani kembali menyapa penggemar lewat film horor komedi terbaru bertajuk Setannya Cuan. Di mana film berlatar era 80-an.

Tantangan terberat yang dirasakan Ben adalah keharusan menggunakan dialek Sunda demi menghidupkan suasana pedesaan tempo dulu.

"Nge-blend nih paling tantangannya nomor satu sih bahasa ya. Kita nggak semuanya native Sunda, ya kita berusahalah," ujar Ben Kasyafani di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu, 28 Februari.

Ben Kasyafani saat membintangi film Setannya Cuan

Mantan suami Marshanda ini berusaha keras menjaga verbalisasi agar penonton tetap merasakan atmosfer autentik meskipun dirinya bukan penutur asli.

"Pembawaan juga kita harus bawa bahwa ini orang dari daerah gunung, terus tahun yang lama, jadi memang penyesuaian di situ," tambahnya.

Tak hanya soal lidah, Ben juga harus menghadapi medan syuting yang sangat ekstrem dan menguras tenaga fisiknya.

Ada momen berkesan saat ia harus beradu akting dengan sutradara ternama Anggi Umbara yang berperan sebagai seorang ustadz.

Adegan tersebut mengharuskan Ben menuruni bukit di tengah cuaca buruk yang membuat lokasi menjadi sangat berbahaya.

"Itu adegan turun dari atas ke bawah itu kita ulang banyak itu, lumayan banyak ulangnya. Panjang, teknis, hujan, dan lain-lain, licin, terus ada macam-macam," kenang Ben.

Baca Juga: Sinopsis Setannya Cuan, Horor-Komedi Lokal tentang Ambisi dan Pesugihan

Kondisi jalan yang licin membuat pengambilan gambar tidak bisa dilakukan hanya sekali demi mendapatkan hasil visual yang sempurna.

"Jadi buat aku sih itu mungkin lebih dari 10 kali kalau nggak salah ya, cukup banyak itu dengan adegan yang seperti itu," pungkasnya.

Sutradara Sahrul Gibran menyebut film ini merupakan satir bagi orang-orang yang terobsesi ingin kaya secara instan.

Film produksi Radepa Black ini dimeriahkan sederet bintang seperti Aming, Fico Fachriza, hingga komedian senior Haji Malih Tong Tong.

Rencananya, kisah perjuangan Ben Kasyafani dan kawan-kawan dalam Setannya Cuan ini mulai tayang di bioskop pada 5 Maret 2026.

Load More