- Film sekuel tahun 2018 ini dipuji karena eksekusi aksi yang baik, berbeda dari sekuel bela diri umumnya yang sering mengecewakan.
- Kurt Sloane diculik dan dipaksa melawan Mongkut, raksasa hasil rekayasa genetika, dengan bantuan Master Durand dan narapidana Briggs.
- Film ini menonjol karena koreografi pertarungan brutal, diperkuat kehadiran legenda seperti Van Damme dan penampilan intens Mike Tyson.
Suara.com - Dunia sinema bela diri sering kali terjebak dalam kutukan sekuel yang hambar.
Namun Kickboxer: Retaliation membuktikan bahwa formula klasik jika dieksekusi dengan nyali dan jajaran pemain bintang, dapat menjadi sebuah tontonan yang memacu adrenalin.
Sebagai sekuel langsung dari Kickboxer: Vengeance (2016), film yang dirilis pada 2018 ini bukan sekadar kelanjutan cerita, melainkan sebuah peningkatan masif dari segi skala, koreografi, dan karisma para pemainnya.
Kickboxer: Retaliation akan tayang pada Rabu (21/1/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV.
Sebelum Anda menyaksikan filmnya, berikut kami sajikan sinopsis lengkapnya.
Satu tahun setelah peristiwa di film pertama, Kurt Sloane (Alain Moussi) bersumpah untuk tidak pernah kembali ke Thailand.
Namun, ketenangan hidupnya di Amerika hancur saat ia diculik dan dipaksa kembali ke Bangkok oleh sindikat kriminal yang dipimpin oleh Thomas Moore (Christopher Lambert).
Sloane dijebloskan ke penjara dengan satu tujuan: ia harus menghadapi lawan yang tampak mustahil untuk dikalahkan, seorang raksasa hasil rekayasa genetika bernama Mongkut (Hafþór Júlíus Björnsson).
Untuk bertahan hidup dan memenangkan kebebasannya, Sloane harus berlatih di bawah bimbingan mentor lamanya yang kini buta, Master Durand (Jean-Claude Van Damme), serta mendapat bantuan tak terduga dari sesama narapidana, Briggs (Mike Tyson).
Baca Juga: The Equalizer 2: Ketika Masa Lalu Menjemput di Tengah Badai Mematikan, Malam Ini di Trans TV
Retaliation menonjol karena keberaniannya merangkul akar "B-movie" dengan kualitas produksi yang solid.
Sutradara Dimitri Logothetis memahami betul apa yang diinginkan penonton: pertarungan yang dikoreografi dengan indah dan brutal.
Kehadiran Jean-Claude Van Damme memberikan elemen nostalgia yang kuat. Jika dulu ia adalah murid, kini ia memerankan sosok mentor dengan karisma yang tetap tajam meski di usia senja.
Namun, kejutan terbesar datang dari Mike Tyson. Mantan juara dunia tinju kelas berat ini memberikan intensitas nyata dalam adegan sparring-nya dengan Moussi, membuktikan bahwa ia masih memiliki kecepatan tangan yang mematikan.
Film ini berhasil karena tidak mencoba menjadi sesuatu yang terlalu filosofis. Ia adalah perayaan atas kekuatan fisik.
Alain Moussi sendiri menunjukkan perkembangan pesat sebagai aktor laga; atletisitasnya luar biasa, terutama saat ia harus berhadapan dengan "The Mountain" Björnsson dalam klimaks film yang berlangsung selama hampir 20 menit.
Berita Terkait
-
The Equalizer 2: Ketika Masa Lalu Menjemput di Tengah Badai Mematikan, Malam Ini di Trans TV
-
Antara Ibu, AI, dan Ibu Pertiwi: Menyelami Kedalaman Filosofis Film Esok Tanpa Ibu
-
Boss Level: Frank Grillo Mati Ratusan Kali demi Selamatkan Dunia, Malam Ini di Trans TV
-
The Equalizer: Aksi Brutal Denzel Washington Lawan Sindikat Germo Rusia, Malam Ini di Trans TV
-
Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo