- Film drama keluarga fiksi ilmiah berjudul Esok Tanpa Ibu tayang serentak pada 22 Januari 2026 di bioskop nasional.
- Produksi ini kolaborasi BASE Entertainment, Beacon Films, Refinery Media, dan disutradarai oleh Wi Ding Ho.
- Cerita film ini mengeksplorasi filosofi hubungan antara sosok Ibu, Kecerdasan Buatan (AI), dan Ibu Pertiwi.
Suara.com - Awal 2026 menjadi momen penting bagi industri perfilman nasional dengan hadirnya film drama keluarga berbalut fiksi ilmiah, Esok Tanpa Ibu (judul internasional: Mothernet).
Film yang dijadwalkan tayang serentak pada 22 Januari 2026 ini bukan sekadar menyajikan kecanggihan teknologi masa depan, melainkan sebuah refleksi mendalam tentang hubungan manusia, alam, dan duka.
Dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin, 19 Januari 2026, para sineas di balik layar dan pemain utama membedah lapisan-lapisan filosofis yang membangun cerita ini.
Film ini merupakan kolaborasi ambisius antara BASE Entertainment, Beacon Films (rumah produksi milik Dian Sastrowardoyo), dan Refinery Media dari Singapura, serta disutradarai oleh sineas Malaysia, Wi Ding Ho.
Filosofi Segitiga: Ibu, AI, dan Ibu Pertiwi
Salah satu aspek paling menarik dari Esok Tanpa Ibu adalah pendekatannya yang unik terhadap teknologi.
Penulis skenario Gina S. Noer mengungkapkan bahwa naskah film ini digarap sejak masa pandemi 2020, masa di mana teknologi menjadi jembatan sekaligus tembok bagi keluarga yang terkurung di rumah.
Gina menekankan bahwa bicara soal AI di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari konteks lingkungan.
Ada filosofi mendalam yang mengikat tiga elemen utama dalam film ini.
Baca Juga: Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
"Ketika kita bicara soal duka, ini mengikat satu tema antara Ibu (sosok ibu kandung), 'i-BU' (AI), dan Ibu Pertiwi (Ibu Bumi). Bagaimana kedekatan kita dengan salah satu elemen dari tiga hal itu akan punya tarik menarik satu sama lain," kata Gina S. Noer kepada awak media.
Hal ini diperkuat oleh Dian Sastrowardoyo yang memerankan karakter Ibu Laras sekaligus bertindak sebagai produser.
Dian menjelaskan keputusan visual film yang didominasi palet warna hijau, bukan warna metalik atau neon seperti film futuristik pada umumnya.
"Itu keputusan dari DOP (Director of Photography) dan Production Designer. Mereka menemukan kalau ada 'Ibu', dia ingin ada unsur warna hijau karena Ibu itu yang paling dekat dengan alam. Film ini membicarakan pendekatan manusia dengan alam dan teknologi," ujar Dian.
Adegan kuncup bunga yang tumbuh di tanah gersang dalam film pun memiliki makna simbolis tentang harapan dan cinta seorang ibu yang mampu menjaga kehidupan di tengah kerusakan dunia.
Ringgo Agus Rahman Sentil Peran Ayah: Ujian Sesungguhnya Itu di Rumah
Tag
Berita Terkait
-
Suami Orang Padang, Hanggini Merasa Tertantang Perankan Gadis Minang di Film Sadali
-
Gina S. Noer Garap Film Aku Sebelum Aku: Eksplorasi Hubungan Ayah dan Anak
-
Promo Buy 1 Get 1 Tiket Film Esok Tanpa Ibu di m.tix, Simak Cara Belinya
-
Sinopsis The RIP, Reuni Matt Damon dan Ben Affleck yang Penuh Ketegangan
-
Escape Plan 2 Malam Ini: Penjara Teknologi Canggih Tempat Tahanan Dipaksa Bertarung seperti Binatang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
-
Rehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Sudah Direncanakan, Tertunda Imbas Pemangkasan Anggaran
-
Persoalan Macet Padang-Bukittinggi Ada pada Sistem, Bukan Pilihan Proyek
-
Lawan Perubahan Iklim: 87 Persen Emisi dari Transportasi Darat dan Urgensi Angkutan Massal
-
6 HP dengan GPS Terbaik Harga Rp1 Jutaan Buat Narik Ojol, Navigasi Akurat Baterai Badak Awet
-
Abaikan Peringatan Keras Zulhas, PAN Pecat Bupati Lombok Barat Usai Terjaring OTT KPK
-
IHSG Naik Level ke 6.300, TPIA dan DSSA Diserok
-
8 Rekomendasi Pompa Air Hemat Listrik untuk Rumah Tangga
-
Ombudsman Soroti Dugaan Maladministrasi SPMB Sumbar, Validasi Prestasi Dinilai Bermasalah
-
Cek Daftarnya, 9 Nama Calon Anggota KPI Pusat Resmi Mendapat Restu DPR RI