Entertainment / Gosip
Senin, 26 Januari 2026 | 12:37 WIB
Potret Lula Lahfah semasa hidup. (Instagram/lulalahfah)
Baca 10 detik
  • Influencer Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026.
  • ART mendengar rintihan kesakitan korban pada dini hari, namun pintu kamar baru berhasil didobrak sore hari karena prosedur keamanan.
  • Polisi menemukan jenazah korban beserta barang bukti obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI di lokasi.

Suara.com - Dunia jagat maya tanah air dikejutkan dengan kabar duka yang datang dari salah satu sosok figur publik ternama, Lula Lahfah.

Influencer yang dikenal luas oleh generasi Z dan Milenial ini ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya yang berlokasi di kawasan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kematian yang mendadak ini menyisakan banyak tanya, terutama terkait detik-detik terakhir sebelum sang influencer ditemukan tak bernyawa.

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan pun telah memberikan keterangan resmi mengenai kronologi peristiwa memilukan yang terjadi pada Jumat, 23 Januari 2026 tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi kunci, yakni asisten rumah tangga (ART) korban, terdapat sejumlah fakta yang menggambarkan situasi genting di dalam apartemen sebelum pintu didobrak paksa.

1. Kronologi Rintihan Tengah Malam

Peristiwa ini bermula pada Kamis malam (22/1) hingga memasuki dini hari Jumat (23/1).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan, Lula Lahfah diketahui baru kembali ke kediamannya menjelang tengah malam.

Aktivitas terakhir Lula terpantau saat ia memasuki kamar pribadinya untuk beristirahat.

Baca Juga: Bantah Mitos GERD di Kasus Lula Lahfah, Dokter Spesialis Jantung Skakmat Netizen

Namun, ketenangan malam itu pecah saat asisten rumah tangga korban yang bernama Asiah mendengar suara-suara yang mengkhawatirkan dari balik pintu kamar.

Menurut keterangan Budi Hermanto, Lula sempat terdengar merintih menahan rasa sakit pada jam-jam rawan tersebut.

“Dia pulang malam, sekitar pulul 22.00 WIB masuk ke kamar. Lalu, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, ART mengaku mendengar kayak Lula kesakitan," kata Budi Hermanto, Senin (26/1/2026).

Suara erangan tersebut tidak lantas membuat Asiah melakukan tindakan drastis saat itu juga.

Sebabnya, situasi yang terjadi di dalam kamar yang terkunci rapat. Namun, kekhawatiran ART tersebut memuncak saat matahari mulai meninggi pada pagi harinya.

2. Kendala Prosedur Keamanan Apartemen

Kecurigaan Asiah semakin kuat ketika Lula tak kunjung keluar kamar hingga pukul 09.00 WIB.

Berkali-kali pintu kamar diketuk, namun tidak ada respons sedikit pun dari dalam.

Merasa ada yang tidak beres, Asiah memutuskan meminta bantuan kepada pihak keamanan apartemen sekitar pukul 10.00 WIB guna membuka pintu kamar Lula yang terkunci dari dalam.

Sayangnya, upaya pertama ini menemui jalan buntu. Pihak keamanan apartemen tidak bisa serta merta mendobrak pintu kamar tanpa adanya penjamin atau izin dari pihak keluarga korban.

Hal ini merupakan bagian dari prosedur keamanan ketat yang diterapkan di apartemen mewah tersebut untuk menghindari masalah hukum di kemudian hari.

Setelah melalui proses komunikasi yang panjang dengan pihak keluarga, Asiah baru berhasil mendapatkan izin resmi pada sore hari.

Upaya pembukaan paksa pintu kamar akhirnya baru bisa dilakukan setelah ada jaminan dari pihak kerabat yang memastikan tindakan tersebut adalah langkah darurat yang diperlukan.

“Baru sorenya lapor ke petugas keamanan, mereka minta ada keluarga atau orang dekat jadi jaminan saat pihak apartemen mendobrak pintu kamar," kata Budi.

3. Temuan Jenazah dan Barang Bukti Medis

Setelah pintu berhasil didobrak oleh teknisi dan pihak keamanan, kenyataan pahit pun terungkap. Lula Lahfah ditemukan sudah tidak bernyawa di atas tempat tidurnya.

Laporan mengenai kondisi korban baru diterima oleh pihak kepolisian pada pukul 18.44 WIB melalui laporan dari petugas keamanan apartemen.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menjelaskan detail kondisi saat petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP).

Korban ditemukan dalam posisi yang nampak seperti sedang beristirahat dengan mengenakan pakaian santai.

"Korban ditemukan dalam posisi telentang tidur berselimut. Korban pakai celana pendek berwarna hitam dan kaus putih," kata Murodih.

Pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP guna mencari petunjuk terkait penyebab kematian influencer muda ini.

Di sekitar area tempat tidur dan kamar korban, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah pada kondisi kesehatan Lula sebelum meninggal.

Temuan ini mengindikasikan bahwa Lula kemungkinan sedang menjalani perawatan medis tertentu.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti obat dan surat rawat Lula.

“Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI," kata Murodih.

Keberadaan surat rawat jalan dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) tersebut kini menjadi fokus penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui riwayat penyakit atau kondisi medis yang dialami Lula.

Pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan final apakah kematian ini disebabkan oleh komplikasi penyakit atau faktor lain, sembari menunggu hasil pemeriksaan medis yang lebih mendalam.

Load More