- Meski keluarga menolak autopsi, polisi tetap melakukan investigasi melalui metode Scientific Crime Investigation untuk mencegah simpang siur informasi.
- Polisi mengandalkan pemeriksaan rekaman CCTV, uji laboratorium barang bukti (seperti vape), dan keterangan medis dari dokter yang pertama kali tiba di TKP.
- Sebanyak tujuh orang diperiksa sebagai saksi, termasuk orang terdekat almarhumah dan musisi Reza Arap.
Suara.com - Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Darmawangsa, Jakarta Selatan, masih menyisakan tanda tanya besar di benak publik.
Meski jenazah sang kreator konten telah dimakamkan dan pihak keluarga memutuskan untuk menolak tindakan autopsi demi menjaga privasi almarhumah, aparat kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan.
Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penolakan autopsi dari keluarga tidak serta-merta menghentikan kewajiban polisi untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Kasubbid Penmas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menjelaskan bahwa langkah investigasi ini krusial untuk meluruskan berbagai spekulasi liar yang beredar di masyarakat pasca-meninggalnya Lula.
"Tujuannya untuk mengungkap fakta-fakta temuan supaya tidak ada berita yang simpang siur. Selama ini banyak berita yang belum terkonfirmasi yang beredar. Ini langkah Polres Jaksel untuk menemukan fakta apa yang terjadi hari itu," kata Kompol Andaru kepada awak media, Senin, 26 Januari 2026.
Untuk menggantikan data medis yang biasanya didapat dari autopsi, penyidik menggunakan metode Scientific Crime Investigation lainnya.
Polisi berfokus pada sinkronisasi keterangan saksi dengan alat bukti petunjuk di lokasi kejadian, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).
Hal ini dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian benar-benar valid dan tidak berdasarkan asumsi semata.
"Kami lagi confirm antara fakta, keterangan saksi, temuan, CCTV, supaya tidak simpang siur nanti. Kita selama ini yang berkembang supaya tidak simpang siur," tegas Andaru.
Baca Juga: Pihak Kepolisian Usut Kematian Lula Lahfah dengan Scientific Investigation
Selain itu, penyidik juga melibatkan tenaga medis yang pertama kali menangani almarhumah sebagai saksi ahli.
Keterangan dari dokter yang hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menjadi kunci untuk menentukan penyebab kematian secara medis.
Polisi juga melakukan uji laboratorium forensik terhadap barang bukti yang diamankan dari apartemen, termasuk dugaan adanya vape atau rokok elektrik yang banyak disebut.
"Salah satu saksi yang diperiksa adalah dokter. Dokter yang pada saat itu hadir di TKP. Tentunya ahli nanti yang berkompeten di bidangnya yang akan menyampaikan. Selain itu penyidik juga melakukan uji laboratoris terhadap beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP," jelas Andaru.
Dalam rangkaian penyelidikan ini, Polres Metro Jakarta Selatan menjadwalkan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi.
Mereka terdiri dari orang-orang terdekat yang pertama kali menemukan jenazah Lula, yakni asisten pribadi, sopir, asisten rumah tangga (ART), hingga petugas keamanan apartemen.
Berita Terkait
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Apakah Guinness World Records Bisa Dibeli? Viral Bigmo Sindir Rekor Member Marapthon
-
Tiket Ludes, Segini Biaya Nonton Online Festivaaal Marapthon: The Last Tale
-
Jadwal Lengkap Rundown Festivaaal Marapthon: The Last Tale di Istora Senayan, Open Gate Jam Berapa?
-
Daftar Lengkap Lineup Festivaaal Marapthon: The Last Tale di Istora Senayan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian