- Sudrajat, seorang penjual es kue di Kemayoran, menjadi korban kekerasan fisik dan tuduhan palsu oleh polisi dan TNI.
- Hotman Paris siap mengirimkan tim "Hotman 911" secara cuma-cuma untuk membela korban dan menepis anggapan hanya mencari popularitas.
- Anggota DPR RI mendesak agar oknum yang terlibat diberikan sanksi disiplin resmi, bukan sekadar permintaan maaf, guna mencegah arogansi aparat di masa depan.
Suara.com - Sudrajat, penjual es gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, viral di media sosial setelah beredar video ia diintimidasi seorang anggota polisi dan TNI karena dituduh menjual kue tak layak konsumsi.
Belakangan, si aparat menggelar klarifikasi. Mereka menyebut kue dagangan Sudrajat ternyata layak untuk dikonsumsi karena tak terbuat dari spons seperti tuduhannya.
Setelahnya, Sudrajat banjir simpati. Kepada media, ia pun mengaku bukan hanya diintimidasi, melainkan dianiaya oleh aparat tersebut.
"Ditonjok, dibanting, kaki digantung, itu polisi dan abri kejadiannya di Kemayoran," katanya dalam video yang kini menjadi viral.
Simpati salah satunya datang dari pengacara kondang Hotman Paris. Ia memastikan akan membantu pria 50 tahun tersebut.
"Saya sudah posting, silakan kalau bisa korbannya atau keluarganya menghubungi Hotman 911," kata Hotman Paris di Instagram pada Rabu, 28 Januari 2026.
Hotman menambahkan, "Dengan senang hati saya akan kirim tim pengacara. Hotman 911 punya tim pengacara di seluruh Indonesia dan tidak dibayar ya, alias gratis."
Pengacara yang kerap tampil nyentrik dengan cincin berlian ini juga menepis anggapan bahwa ia hanya mencari panggung.
Hotman Paris mengaku murni ingin membantu karena statusnya yang sudah sangat populer di tanah air.
Baca Juga: 7 Fakta Nyesek Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
"Kalau para naga bayar saya mahal, tapi kalau rakyat susah seperti ini, sudah ribuan orang kita tolong, dan nggak ada munafik-munafikan mencari nama. Aku udah terkenal, ngapain gua mencari nama kek?" ungkap Hotman.
Hotman Paris pun meminta keluarga Sudrajat segera menghubunginya lewat berbagai cara.
"Jadi kepada penjual es kue yang di medsos lagi rame sebagai korban, silakan bapak atau anaknya atau keluarganya menghubungi tim Hotman 911," ucap sang pengacara.
Ia berjanji akan langsung mengirimkan bala bantuan hukum untuk menemui korban secara langsung di hari yang sama.
"Saya akan langsung kirim 10 orang pengacara untuk menemui bapak hari ini juga, ya, hari ini juga," tuturnya lagi.
Dukungan juga datang dari anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Ia mendesak agar oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang terlibat tidak hanya sekadar meminta maaf, namun harus diberikan sanksi disiplin.
"Jika dibiarkan selesai sebatas itu, saya khawatir akan muncul banyak korban serupa dari kalangan rakyat kecil yang dirugikan akibat arogansi aparat dan tidak memperoleh keadilan,” kata Abdullah di Jakarta, Selasa (27/1/2025).
Berita Terkait
-
Diduga Kirim Pesan WA dari Sel, Hotman Paris Desak Kalapas Cipinang Cek HP Razman Nasution
-
Dalih Bobot 170 Kg Bikin Razman Dapat Sel 'Mewah', Hotman Paris Somasi Kalapas Cipinang!
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim