- Pedagang es gabus Suderajat di Johar Baru diamankan polisi setelah dituduh menjual jajanan berbahan spon berbahaya.
- Hasil laboratorium menegaskan es gabus Suderajat aman dikonsumsi; aparat kemudian meminta maaf atas tindakan tergesa-gesa.
- Suderajat kini mengaku dianiaya saat pemeriksaan awal, mendorong desakan sanksi bagi oknum aparat dan pendampingan hukum.
Suara.com - Kisah pilu menimpa Suderajat, pedagang es gabus keliling di Johar Baru, Jakarta Pusat. Setelah sempat viral karena dituduh menjual es yang terbuat dari spon berbahaya, kini muncul pengakuan bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan saat diamankan.
Kasus yang semula hanya soal misinformasi ini kini berkembang menjadi dugaan kesewenang-wenangan aparat. Publik pun dibuat geram dan menuntut keadilan bagi pedagang kecil tersebut.
Berikut adalah rangkuman fakta-fakta terbaru yang berhasil dihimpun Suara.com:
1. Pengakuan Dianiaya yang Bikin Geger
Fakta paling baru dan mengejutkan adalah pengakuan Suderajat bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik. Pengakuan ini baru muncul setelah kasusnya viral dan berbeda dengan keterangannya saat pertama kali diperiksa di Polsek Kemayoran.
Pihak kepolisian pun langsung bergerak untuk mendalami klaim ini.
"Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra sebagaimana dilansir Antara.
Ia menambahkan, "Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," katanya.
2. Awal Mula Dituduh Jual Es dari Spon
Baca Juga: Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
Insiden ini bermula dari laporan masyarakat yang curiga dengan es gabus yang dijual Suderajat di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Warga khawatir jajanan tersebut terbuat dari bahan berbahaya seperti busa kasur atau spon cuci.
Merespons cepat laporan tersebut, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat langsung mengamankan Suderajat beserta barang dagangannya.
3. Hasil Lab Membantah Tuduhan, Es Gabus 100 Persen Aman
Untuk membuktikan kebenaran, Polres Metro Jakarta Pusat segera mengirim sampel es gabus ke Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
Hasilnya tegas membantah semua tuduhan. Es gabus buatan Suderajat terbukti aman dan layak konsumsi.
Berita Terkait
-
Pengakuan Getir Pedagang Es Gabus Johar Baru: Dituduh Jual Spon, Kini Ngaku Dianiaya Aparat
-
Mabes TNI Akui Sudah Temui Pedagang Es Sudrajat, Harap Polemik Tak Berlanjut
-
Pak Ribut Guru Viral Ungkap Gaji Selama 23 Tahun Jadi Honorer, Nominalnya Miris Banget
-
Fitnah Es Gabus Berbahan Spons, DPR Tegaskan Minta Maaf Saja Tak Cukup, Oknum Aparat Harus Disanksi!
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran