Entertainment / Gosip
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:32 WIB
Guru di Luwu Utara dianiaya siswanya sendiri.
Baca 10 detik
  • Arpan Lisman, guru SMP di Luwu Utara, mengalami luka robek di wajah setelah dipukul berulang kali oleh siswanya sendiri, MY (16).
  • Pemukulan terjadi setelah Arpan menegur dan menertibkan para siswa yang membolos di saat jam pelajaran berlangsung.
  • Tidak terima dengan kekerasan yang dialami, Arpan telah melaporkan kasus ini ke Polres Luwu Utara untuk diproses secara hukum.

Suara.com - Dunia pendidikan Tanah Air kembali tercoreng oleh aksi kekerasan di lingkungan sekolah.

Niat hati ingin menegakkan kedisiplinan, seorang guru di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, justru berakhir dengan wajah berlumuran darah setelah dianiaya oleh anak didiknya sendiri.

Peristiwa memilukan ini menimpa Arpan Lisman (28), seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara.

Insiden pemukulan tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026, dan viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo sehari setelahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Arpan hendak memulai kegiatan belajar mengajar.

Namun, saat melakukan pengecekan kehadiran di dalam kelas, dia mendapati ruang kelas dalam kondisi nyaris kosong. Sang guru hanya menemukan satu orang siswa yang duduk di bangkunya.

Merasa bertanggung jawab atas kehadiran murid-muridnya, Arpan berinisiatif mencari siswa lain di lingkungan sekolah. Benar saja, dia menemukan sekumpulan siswa sedang berada di sekitar kantor sekolah, bukannya di dalam kelas.

Secara persuasif, Arpan meminta para siswa tersebut untuk segera masuk kembali ke kelas guna mengikuti pelajaran.

Namun, respons para siswa justru membubarkan diri dan melarikan diri dari hadapan gurunya. Aksi kejar-kejaran singkat itu menyisakan satu siswa berinisial MY (16) yang tertinggal.

Baca Juga: Video Pedagang Es Gabus Dihakimi di Jalanan Bikin Geram, Ini 7 Faktanya

Dalam upaya pendisiplinan tersebut, Arpan diketahui sempat melakukan kontak fisik dengan menendang bagian pantat MY secara pelan sebelum siswa tersebut pergi.

Situasi sempat mereda selama kurang lebih 20 menit. Saat itu, Arpan sedang duduk santai di depan kantor sekolah.

Tanpa diduga, MY kembali mendatangi gurunya tersebut. Bukan untuk meminta maaf, remaja 16 tahun itu datang sambil berteriak melontarkan kata-kata kasar dan menantang Arpan untuk berkelahi.

Mencoba bersikap dewasa, Arpan memilih untuk tidak menanggapi provokasi siswanya. Namun, sikap diam sang guru justru direspons dengan serangan fisik. MY beberapa kali memukul wajah Arpan berkali-kali hingga menyebabkan luka.

Dalam rekaman video yang beredar, Arpan tampak bertelanjang dada sambil memegang tisu yang penuh darah untuk menutupi luka di wajahnya.

Akibat serangan tersebut, Arpan mengalami luka robek yang cukup dalam di bagian alis kanan serta memar lebam di sekitar area mata.

Load More