- Film A Time to Kill (1996) karya Joel Schumacher mengeksplorasi rasialisme dan moralitas di Selatan Amerika Serikat.
- Film ini mengisahkan pengacara muda Jake Brigance membela Carl Lee Hailey yang menembak mati dua pelaku pemerkosa rasialis.
- Tayangan film yang menampilkan aktor utama Matthew McConaughey dan Samuel L. Jackson akan tayang Rabu (28/1/2026) malam.
Suara.com - Di pertengahan era 1990-an, Hollywood berada di puncak kejayaan genre drama hukum (legal thriller).
Nama John Grisham menjadi jaminan box office, namun tidak ada adaptasi karyanya yang meninggalkan jejak emosional sedalam A Time to Kill (1996).
Disutradarai oleh Joel Schumacher, film ini bukan sekadar tontonan ruang sidang biasa; ia adalah sebuah eksplorasi brutal tentang rasialisme, keadilan, dan batas tipis antara hukum dan moralitas di Amerika Serikat bagian Selatan.
A Time to Kill akan tayang pada Rabu (28/1/2026) malam ini pukyl 23.00 WIB di Trans TV, Berikut kami sajikan sinopsis lengkapnya.
Cerita berlatar di Canton, Mississippi, dimulai dengan tragedi memilukan: seorang gadis kulit hitam berusia sepuluh tahun diperkosa secara brutal oleh dua pria kulit putih yang rasis.
Ayah sang gadis, Carl Lee Hailey (diperankan Samuel L. Jackson), menyadari bahwa sistem hukum di wilayah tersebut kemungkinan besar akan membebaskan para pelaku.
Dalam keputusasaan dan kemarahan, Carl Lee mengambil hukum ke tangannya sendiri dengan menembak mati kedua pria tersebut di gedung pengadilan.
Tugas berat jatuh ke tangan Jake Brigance (Matthew McConaughey), seorang pengacara muda yang ambisius namun berintegritas.
Ia harus membela Carl Lee dari hukuman mati di tengah kepungan ancaman dari kelompok Ku Klux Klan (KKK) yang bangkit kembali.
Baca Juga: A Score to Settle: Kisah Balas Dendam Nicolas Cage yang Penuh Kerentanan, Malam Ini di Trans TV
Brigance dibantu oleh Ellen Roark (Sandra Bullock), seorang mahasiswa hukum cerdas, dan mentornya yang eksentrik, Lucien Wilbanks (Donald Sutherland).
Di sisi lawan, mereka harus menghadapi jaksa wilayah yang haus kekuasaan, Rufus Buckley (Kevin Spacey).
A Time to Kill sering disebut sebagai film yang mengubah Matthew McConaughey dari aktor pendukung menjadi bintang papan atas.
McConaughey memberikan performa yang meyakinkan dan penuh karisma, terutama dalam pidato penutupnya yang ikonik yang hingga kini masih sering dipelajari dalam kelas perfilman.
Namun, kekuatan sejati film ini terletak pada dinamika karakternya.
Samuel L. Jackson memberikan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya sebagai seorang ayah yang hancur, menantang nurani penonton dengan pertanyaan: "Apakah Anda akan melakukan hal yang sama jika itu anak Anda?"
Tag
Berita Terkait
-
A Score to Settle: Kisah Balas Dendam Nicolas Cage yang Penuh Kerentanan, Malam Ini di Trans TV
-
Spider-Man 2: saat Peter Parker Berada di Titik Terendah, Malam Ini di Trans TV
-
Lebih dari Sekadar Sekuel, Teman Tegar Maira Bawa Misi Penyelamatan Hutan Papua
-
Spider-Man (2002): Mahakarya Sam Raimi yang Mengubah Wajah Sinema Superhero, Malam Ini di Trans TV
-
Film Thriller Lawas Terbaik Malam Ini di Trans TV: Ini Alasan Copycat (1995) Wajib Ditonton
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Bea Cukai Rp61,3 Miliar, Amy Qanita Akui Sempat Syok
-
Harumkan Nama Bangsa, Pelatih Vokal Marvel Marlon Sabet Penghargaan di Malaysia
-
Pintu Didobrak Hingga Dibentak Oknum Pejabat, Choky Sitohang Alami Intimidasi
-
Sarwendah Kirim Surat Ajak Ruben Onsu Bertemu, Pengacara Jadwalkan Bulan Depan
-
Yuka Theo dan Niko Junius Bakal Pandu Fan Meeting Win Metawin di Jakarta
-
Kolaborasi dengan Artis Korea Makin Dilirik, KACA 2026 Umumkan Deretan Pemenang
-
Betrand Peto ke Sarwendah: Bun, Pernah Ingat Bagaimana Kalian Hasut Keluargaku di NTT?
-
Lutesha Kehilangan Suara Usai Adegan Kesurupan di Film Cerita Lila
-
Heboh Curhat Betrand Peto Bela Ruben Onsu, Singgung soal Tamparan