Entertainment / Gosip
Kamis, 29 Januari 2026 | 18:44 WIB
Nikita Mirzani komentari masalah Denada. (Instagram)

Suara.com - Akun Instagram Nikita Mirzani ikut-ikutan mengomentari dugaan penelantaran anak yang dilakukan Denada

Namun, komentar tersebut diduga ditulis oleh admin, mengingat Nikita saat ini tengah berada di penjara. 

Akun Nikita Mirzani tampak muncul di kolom komentar unggahan terbaru Denada. Di unggahan tersebut, Denada terlihat sedang dipeluk almarhumah ibunya, Emilia Contessa sambil mengungkapkan kerinduannya. 

"Hi Ma, i miss you. Doain Dena ya Ma," tulisnya pada 9 Januari 2026.

Dengan kata yang singkat, akun Nikita meninggalkan komentar "Dih" di postingan itu hingga ada 450 lebih balasan netizen lain.

Tak cukup di kolom komentar, akun Nikita membuat postingan Instagram Story khusus untuk Denada.

Pertama, Nikita mengunggah video Denada terbaru yang membahas soal anak.

Postingan Nikita Mirzani komentari kasus Denada dan Ressa. (Instagram)

Nikita meminta Denada untuk mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya dan tidak usah terlalu banyak berkelit.

"Lo banyak omong mbak. Lo akuin nggak tuh anak laki-laki jangan sampai mulut lo kesamber petir makin lebar nanti tuh mulut," komentar akun Nikita.

Baca Juga: Denada Dianggap Menjual Tangis di Acara DMD, Seruan Boikot Menggema

Akun Nikita kembali menyoroti sikap Ressa yang dinilai sangat baik dan tidak merepotkan.

"Ni anak nggak nyusahin. Cuma butuh pengakuan. Gitu aja kok repot Mbak," tambah akun Nikita.

Ressa dalam beberapa kesempatan memang minta pengakuan saja, tanpa minta dinafkahi Denada. Apalagi, ia sudah dewasa dan bisa mencari uang sendiri. 

Diberitakan sebelumnya, Ressa menggugat Denada secara perdata ke pengadilan. Ia menuntut penyanyi yang tinggal di Singapura itu untuk mengakui ia sebagai anak kandungnya. 

Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, terungkap Ressa 'dibuang' oleh keluarga Denada di Surabaya pada 2002. Ketika diserahkan, Ressa masih berusia 10 hari. 

Ratih, ibu yang mengasuh Ressa sejak kecil mengatakan, Denada ketika itu hanya diwakili keluarga. Proses penjemputan dilakukan di sebuah hotel dekat Bandara Surabaya. 

Load More