Suara.com - Kekayaan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati menjadi sorotan publik setelah viral acara buka bersama mewah bertema Bollywood di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
Acara buka bersama tersebut menuai kritik dari masyarakat karena dinilai kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi warga yang masih menghadapi tekanan.
Video kegiatan itu ramai diperbincangkan di media sosial hingga memicu perdebatan terkait etika pejabat publik dalam menampilkan kegiatan mewah.
Fenny Apridawati kemudian menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat setelah kegaduhan yang muncul akibat viralnya dokumentasi acara tersebut.
Dia menegaskan kegiatan buka bersama itu sebenarnya merupakan forum koordinasi strategis yang dilakukan di luar jam kerja.
Menurut Fenny, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat sejumlah program prioritas pemerintah daerah di Kabupaten Sidoarjo.
"Kami perlu sampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran APBD," ujar Fenny Apridawati dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu, 13 Maret 2026.
Dia menjelaskan acara tersebut murni merupakan momentum silaturahmi di bulan Ramadan sekaligus forum diskusi mengenai program pembangunan daerah.
Baca Juga: Viral Bocah 6 Tahun Menangis Histeris Usai Komdigi Batasi Akses Roblox, Reaksinya Realistis Banget
Fenny menambahkan pertemuan itu juga membahas percepatan program Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan terkait perbaikan jalan di sejumlah wilayah Sidoarjo.
Selain itu forum tersebut turut membahas koordinasi teknis persiapan distribusi beras SPHP bagi masyarakat yang membutuhkan.
Meski demikian, Fenny mengakui dokumentasi acara yang beredar di media sosial menimbulkan kesan kurang empati terhadap kondisi masyarakat.
"Sebagai pelayan publik, kami seharusnya lebih peka dan sensitif dalam mendokumentasikan aktivitas," kata Fenny menjelaskan.
Dia menilai kritik masyarakat menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran birokrasi agar lebih berhati-hati dalam bersikap.
Menurut Fenny, kepercayaan publik merupakan aset paling berharga bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
Berita Terkait
-
Heboh, Syekh Ahmad Al Misry Dikaitkan dengan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
-
Terseret Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis Inisial SAM, Ustaz Solmed Meradang: Nama Saya SMM
-
Ustaz Kondang Inisial SAM Dipolisikan Kasus Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Nama Solmed Terseret
-
Kakek Nenek di Nias Diancam Petugas PLN Gara-Gara Hemat Listrik, Begini Akhirnya
-
Kritik Pembagian THR di Balikpapan Berujung Teror, Konten Kreator Zainoel Arifin Resmi Minta Maaf
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus