Suara.com - Owner brand Thanksinsomnia, Mohan Hazian terseret dugaan kasus pelecehan seksual yang kini ramai menjadi pembicaraan hangat di media sosial.
Kabar miring tersebut turut membuat pihak-pihak tertentu memilih untuk mengakhiri kerja sama dengan Mohan Hazian.
Salah satunya yakni penerbit Shira Media secara resmi menghentikan kerja sama dengan Mohan Hazian dengan menarik seluruh bukunya dari peredaran.
Melalui akun resmi @shiramedia, penerbit menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama Mohan sebagai penulis yang karyanya sempat mereka terbitkan.
“Kami, Shira Media, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dugaan kekerasan seksual (KS) yang melibatkan Mohan Hazian, yang karyanya pernah kami terbitkan,” tulis pernyataan di akun resmi @shiramedia pada Minggu (8/2/2026).
Shira Media menegaskan bahwa pihaknya telah menghentikan seluruh kegiatan komersial yang berkaitan dengan buku karya Mohan Hazian termasuk rencana pencetakan ulang hingga distribusi.
Selain itu, penerbit juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi serta menarik buku-buku tersebut dari peredaran.
Lebih lanjut, Shira Media menyatakan komitmen untuk mendukung proses penanganan dan investigasi kasus tersebut.
Baca Juga: Jeremiah Lakhwani Update Hasil Interview WWE, Galau Gegara Diminta Pindah ke Amerika
Penerbit menegaskan dukungannya terhadap proses yang transparan, adil, dan berpihak kepada korban hingga hak-hak korban sepenuhnya terpenuhi.
Diketahui, Mohan Hazian memiliki dua buku yang diterbitkan oleh Shira Media, yakni Goresan Seorang Berandal dan Memulai Bisnis Kecil di Internet, yang keduanya terbit pada 2022.
Namun seiring mencuatnya isu dugaan pelecehan, kedua buku tersebut kini resmi ditarik dari pasaran.
Langkah tersebut diambil sebagai sikap tegas penerbit terhadap kasus dugaan pelecehan yang dikaitkan dengan owner brand lokal tersebut.
Mulanya, kasus ini mencuat setelah seorang korban membagikan utas berisi pengalaman pahit dugaan pelecehan yang dialaminya.
Dalam utas tersebut, korban mengaku mengalami tindakan tidak pantas saat bekerja sebagai talent untuk brand lokal ternama.
Berita Terkait
-
Viral Dugaan Pelecehan yang Dilakukan Owner Brand Terkenal Mohan Hazian, Korban Mulai Speak Up
-
6 Fakta Suraj Chavan, 'Justin Bieber' India yang Viral Usai Jadi Jutawan dan Menikah
-
Dinilai Mirip Justin Bieber, Suraj Chavan Dinobatkan Jadi Pria Paling Tampan di India
-
Keadilan Terjawab! Peretas Ponsel Tiara Aurellie Divonis 15 Bulan Penjara
-
Profil Shandy Logay, Kreator Konten Lakukan Child Grooming Berkedok Konten Kini Dipenjara
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Siapa Shyalimar Malik? Viral usai Bongkar Perselingkuhan Suami
-
Cek Fakta: Benarkah Raisa dan Hamish Daud Rujuk?
-
Anji Dampingi Ibu hingga Detik-Detik Terakhir
-
Baru Cerai dari Suami Kedua, Faby Marcelia Pamer Pasangan Baru di Momen Lebaran
-
Fuji Ngumpet Ambil Vape di Marapthon Reza Arap, Banyak yang Menebak-nebak Alasannya
-
Tubuh Lebam-Lebam Saat Syuting Aku Harus Mati, Amara Sophie Curiga 'Ketempelan'
-
Adhisty Zara Cabut dari Sinetron, Sentilan Amanda Manopo Soal Alur 'Ngawur' Viral Lagi
-
Pesugihan Memang Nyata! Kisah Horor 'Aku Harus Mati' Bongkar Teror di Panti Asuhan
-
Sinopsis Film Korea A Melody To Remember, saat Musik dapat Menyembuhkan Luka
-
Ibu Anji Meninggal Dunia Malam Ini