Entertainment / Gosip
Selasa, 10 Februari 2026 | 07:57 WIB
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/12/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri, menanggapi kasus keracunan MBG pada Jumat, 6 Februari 2026.
  • Pathul Bahri menyatakan insiden kecil tersebut hanya sekitar 0,0001% dari total dapur penyedia makanan.
  • Bupati meminta media tidak mengembangkan berita kecil tersebut karena dianggap sebagai hal yang wajar.

Suara.com - Heboh kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Tengah akhirnya mendapat tanggapan dari sang pimpinan daerah.

Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri, angkat bicara secara terbuka mengenai insiden yang menimpa warganya pada Jumat, 6 Februari 2026 tersebut.

"Begini, saya tidak ingin mengatakan ada keraguan yang besar. Kalau kita bicara dari jumlah SPPG, secara nasional itu jumlahnya sekitar 60 sampai 80 ribu dapur," ujarnya.

Politisi yang kini memimpin wilayah berjuluk Bumi Tatas Tuhu Trasna tersebut menilai bahwa masyarakat tidak perlu memberikan reaksi yang terlalu berlebihan.

"Jika terjadi satu atau dua kasus di beberapa titik, itu persentasenya sangat kecil, sekitar 0,0001 persen," jelas pria yang lahir pada 31 Desember 1969 tersebut.

Angka tersebut didapatkan berdasarkan perbandingan antara jumlah titik penyedia makanan dengan insiden yang terjadi di lapangan secara kumulatif.

"...46 juta, 60 juta, kemudian ada terjadi suatu satu atau dua titik, kan 0,000001% dalam kehidupan berbicara tentang demokrasi, kehidupan berbicara tentang sosial, wajarlah itu. Kan hal yang wajar," tutur Pathul.

Baginya, adanya kendala dalam sebuah program raksasa yang menyasar jutaan orang adalah wajar. Bahkan sebuah kesalahan pun tidak bisa dihindari sepenuhnya.

Pathul Bahri juga memberikan pesan khusus kepada para awak media yang meliput peristiwa dugaan keracunan massal tersebut di wilayahnya.

Baca Juga: Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas

"Nah karena itu wartawan, jangan dikembang-kembangkan hal yang kecil itu," pinta sang Bupati kepada para kuli tinta yang hadir.

Dirinya mengingatkan bahwa pers juga memiliki tanggung jawab moral sebagai bagian dari bangsa Indonesia dalam mengawal program pemerintah.

"Kan wartawan juga orang bangsa Indonesia kan? Iya," imbuhnya dengan nada yang cukup lugas untuk meyakinkan para pencari berita.

Ucapan Pathul Bahri kemudian viral di media sosial. Salah satunya hadir di akun Instagram @/undercover.id pada Senin, 9 Februari 2026.

Warganet jelas meradang. Sebab sang bupati dinilai enteng menanggapi masalah tersebut.

"Ini bukan cuma prosentase. Bisa saja dampak keracunan ini merenggut nyawa," kata warganet.

Load More