Suara.com - Film live action 5 Centimeters per Second tayang di Indonesia sejak 30 Januari 2026 dan membuat publik cemas akan kenangan pahit dari versi animenya.
Sebab anime karya Makoto Shinkai telah membuat banyak penonton gagal move on hingga ada pula yang meragukan rencana pernikahan mereka.
Namun setelah tayang, versi live action ternyata menghadirkan pembaruan yang signifikan, terutama pada bagian ending.
Live action 5 Centimeters per Second tak hanya memperpanjang durasi, tetapi memberikan dimensi baru dalam kisah cinta Takaki Tono dan Akari Shinohara.
Lalu apa saja perbedaan mencolok ending 5 Centimeters per Second animasi vs life action?
Yuk, simak ulasan lengkapnya yang sudah dirangkum berikut ini!
1. Hadirnya Karakter Mediator: Pak Ryuichi
Dalam versi anime tahun 2007, Takaki dan Akari digambarkan sebagai dua jiwa yang benar-benar terisolasi oleh kejamnya waktu dan jarak.
Semesta seolah berkonspirasi untuk menjauhkan mereka tanpa ada satu pun jembatan komunikasi.
Namun, dalam versi live action, hadir karakter baru bernama Ryuichi yang merupakan bos Takaki di Planetarium.
Baca Juga: 5 Centimeters per Second Rilis Ulang di Bioskop, Hadirkan Behind The Scene 20 Tahun Silam
Ryuichi ternyata juga mediator yang pernah berinteraksi dengan Akari dan menjadi penghubung masa lalu dan masa depan.
Melalui karakter inilah, pesan Akari yang selama belasan tahun tertahan akhirnya benar-benar sampai ke tangan Takaki.
Momen ini memberikan kelegaan emosional yang tidak ditemukan dalam animenya karena Akari meminta Takaki merelakan janji masa kecil mereka di bawah pohon sakura.
2. Ekspresi Emosional Takaki yang Lebih Terbuka
Versi animasi sangat mengandalkan monolog batin yang puitis namun sunyi, menggambarkan kesedihan Takaki sebagai kabut tipis yang statis.
Di sisi lain, versi live action memberikan ruang bagi Takaki untuk tampil lebih rapuh sekaligus dewasa.
Emosi tidak lagi hanya disimpan dalam kepala, melainkan dituangkan melalui ekspresi wajah dan interaksi fisik.
Subplot tambahan pertemuan Takaki dengan mantan kekasihnya, Risa Mizuno, memberikan gambaran nyata bahwa Takaki telah berupaya menjalani membuka hati.
Penambahan konteks ini membuat sosok Takaki di versi nyata terasa lebih manusiawi dan tidak sekadar menjadi pria yang terjebak dalam nostalgia kelam.
3. Penutup yang Memberikan 'Closure' Adil
Versi animasi ditutup dengan adegan ikonik di perlintasan kereta api yang diiringi lagu "One More Time, One More Chance".
Adegan ini sukses membuat penonton galau berjamaah, namun versi live action memilih jalur yang berbeda.
Meski tetap mempertahankan nuansa melankolis, resolusi di versi terbaru ini terasa lebih "baik hati".
Sebab versi film tidak membiarkan Takaki terus berjalan dalam ketidakpastian karena sampainya pesan dari Akari.
Hal ini membuat Takaki mendapat kesempatan untuk benar-benar menutup bab lama dalam hidupnya.
Ini bukanlah akhir bahagia yang klise, melainkan sebuah resolusi yang adil di mana luka lama diakui, dimaafkan, dan akhirnya dilepaskan.
Takaki tidak lagi hanya tersenyum pahit di balik kereta yang melintas, melainkan melangkah maju dengan beban hati yang lebih ringan.
Itu tadi perbedaan paling mencolok ending 5 Centimeters per Second animasi vs live action.
Kalau kamu sendiri lebih suka versi anime atau live actionnya?
Kontributor : Safitri Yulikhah
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Dapat Info Mau Dijebak, Awkarin Langsung Tes Narkoba ke RS: I'm Clean!
-
Akhirnya Tayang, The Strangers 3 Resmi Jadi Penutup Trilogi yang Mencekam
-
Bintangi Series Tiba-Tiba Brondong, Tatjana Saphira Kepincut Fadi Alaydrus
-
Brandon Salim Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Resmi Sandang Status Ayah
-
6 Koleksi Mobil Jejouw yang Terseret Kasus Dugaan Pelecehan Mohan Hazian
-
8 Rekomendasi Film Terbaik Tayang di Netflix Februari 2026
-
Devano Curhat Pilu Film Caper Tak Laku di Bioskop, Totalitas Tak Terbalas
-
Hadiah Ultah Pernikahan Terindah, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Umumkan Kehamilan
-
Miris! Penampilan Drumband 'Solehot' di Sekolah Islam di Demak Curi Perhatian Publik, Netizen Geram
-
Enzy Storia Dikritik Terlalu Berisik saat Jadi Co-Host Indonesian Indol