Entertainment / Gosip
Rabu, 11 Februari 2026 | 12:16 WIB
Mohan Hazian (Instagram).
Baca 10 detik
  • Korban dugaan pelecehan Mohan Hazian menerima pesan dari perwakilan keluarga pelaku meminta pertemuan tatap muka.
  • Korban hanya membagikan nomornya kepada Talent Scouter berinisial S, dan kini sedang memproses pendampingan hukum.
  • Kasus ini berawal pengakuan model pada Februari 2026 mengenai dugaan pelecehan saat pemotretan Mei 2025.

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan konten kreator sekaligus pendiri brand fashion Thanksinsomnia, Mohan Hazian, terus bergulir dan menyita perhatian publik. 

Setelah berbagai isu dan bantahan yang beredar, korban yang sebelumnya mengungkap pengalamannya melalui akun X (Twitter) @aarummanis, melaporkan adanya upaya pendekatan dari pihak yang mengaku sebagai perwakilan keluarga Mohan.

Peristiwa ini bermula ketika korban menerima pesan singkat melalui WhatsApp dari nomor tak dikenal. 

Pengirim pesan tersebut mengklaim sebagai perwakilan dari Mohan Hazian dan mendesak korban untuk melakukan pertemuan tatap muka. 

Kejadian ini sontak menimbulkan kejanggalan bagi korban, terutama terkait bagaimana nomor pribadinya bisa didapatkan oleh pihak pelaku.

"Saya hanya pernah membagikan nomor saya kepada Talent Scouter brand dengan inisial S," ungkap korban dalam keterangannya pada Selasa, 10 Februari 2025.

Upaya korban untuk mengklarifikasi identitas dan sumber informasi nomor teleponnya tidak membuahkan hasil. Pihak pengirim pesan justru menyatakan bahwa mereka adalah "perwakilan dari keluarga pelaku."

Pihak yang mengaku sebagai keluarga pelaku tersebut bersikeras meminta pertemuan dengan dalih ingin mendengar langsung kronologi kejadian dari sudut pandang korban. 

Namun, permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh korban. Dia menegaskan bahwa saat ini tidak ada urgensi baginya untuk bertemu dengan pihak manapun yang mengklaim sebagai perwakilan keluarga pelaku, terutama mengingat trauma yang masih sia rasakan. 

Baca Juga: dr Tirta Singgung Sirkel Mohan Hazian yang Diduga Jadi Enabler dalam Dugaan Kasus Pelecehan

"Saya tidak punya urgensi untuk bertemu dengan 'perwakilan keluarga' pelaku. Saya tidak merespons dan saat ini sedang memproses pendampingan hukum," tegasnya.

Sebelumnya, korban melalui akun X-nya juga menyayangkan belum adanya itikad baik yang ditunjukkan oleh Mohan Hazian maupun pihak brand secara resmi. 

Dia merasa prihatin atas sikap diam pelaku di tengah ramainya isu yang telah menjadi konsumsi publik. 

"Sampai saat ini, tidak ada itikad baik dari pelaku maupun brand untuk menghubungi saya ataupun korban lain. Tidak ada permintaan maaf yang saya ataupun korban lain terima," tulisnya.

Harapan besar disematkan oleh korban agar kasus ini menjadi momentum untuk menciptakan lingkungan industri kreatif dan ruang sosial yang lebih aman, bebas dari predator seksual.

Dia berharap pelaku pelecehan seksual tidak lagi memiliki ruang gerak untuk bebas tanpa adanya sanksi yang tegas.

Kasus ini berawal dari pengakuan seorang model di media sosial X pada Minggu, 8 Februari 2026, yang menduga telah mengalami pelecehan seksual saat sesi pemotretan dengan Mohan Hazian pada Mei 2025. 

Tak lama setelah itu, muncul pula pengakuan dari beberapa perempuan lain yang mengalami hal serupa.

Mohan Hazian sendiri telah membantah melakukan pemerkosaan, namun membenarkan bahwa pernah khilaf dengan beberapa perempuan di masa lalu.

Load More