Suara.com - Viral video menunjukkan prosesi wisuda santri di sebuah pesantren yang akhirnya menuai pro dan kontra.
Dalam video itu, tampak para santriwati bergantian untuk mengambil ijazah serta prosesi memindahkan tali toga layaknya wisuda mahasiswa.
Jika di perguruan tinggi yang melakukan itu adalah rektor dan wakilnya atau pejabat kampus lainnya, dalam prosesi wisuda santri ini berbeda.
Bukan kiai atau ustaz yang mengajar melainkan dua anak kecil yang diduga adalah cucu pendiri pondok pesantren tersebut.
Namun yang membuat itu jadi kontroversial adalah posisi dua bocah itu karena berdiri di atas meja.
Sementara para santri yang diwisuda penuh hormat sampai menunduk saat berjalan di hadapan mereka.
Hal ini membuat netizen terpecah belah, ada yang mengecam namun tak sedikit yang menganggap netizen lain tak paham tentang adab di pesantren.
Netizen yang mengecam menganggap tak seharusnya santri sanpai menunduk dan terpenting, dua anak kecil itu tak dilibatkan.
Beberapa menilai harusnya jangan berdiri di atas meja karena bagaimana pun itu tidak sopan dan kurang beradab.
Baca Juga: Viral Tagihan Listrik Cuma Rp15 Ribu per Bulan, Malah Bikin Ketar-ketir
Sementara itu, netizen yang sudah terbisa dengan budaya di pesantren menganggap hal tersebut biasa terjadi.
Kelakuan dua bocah itu juga dianggap tak masalah bahkan tetap dihormati para santri karena mengharap keberkahan dari keluarga kiai mereka.
Ada juga yang penasaran wisuda santri itu terjadi di pesantren mana.
Penelusuran Suara.com, itu adalah wisuda santri di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil Bangkalan, Madura.
Dua bocah itu disebut-sebut adalah cucu dari pendiri pondok pesantren tersebut.
Kiai yang berdiri saat prosesi wisuda santri tersebut adalah Muhammad Ismail Yahya al-Ascholy dan istrinya.
Berita Terkait
-
Video Ikut Turnamen Internasional Viral, Kemampuan Billiard Fajar Alamri di Usia 5 Tahun Bikin Kagum
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
Miris! Konten Unboxing Mahar yang Lecehkan Wanita Malah Jadi Tren
-
Alasan Haru Ivan Gunawan Getol Cari Uang: Demi Masjid dan Masa Depan 170 Anak Asuhnya
-
Viral Dokter Kandungan Minta Ayah Azanin Bayi Padahal Kristen: Mukanya Kayak Guru Ngaji
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
-
Viral Pengakuan Turis Jepang soal Prostitusi Anak di Blok M
-
Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat
-
Dipaksa Imam Darto, Ardhito Pramono Rela Tampil Culun Demi Film Gudang Merica
-
Ahmad Dhani Terang-terangan Rendahkan Indonesian Idol: Kalau Enggak Ada Judika, Basi Lah!
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Makin Terbuka, Ardhito Pramono Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Davina Karamoy
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru
-
Biasa Main Film Serius, Ardhito Pramono Ketagihan Main Komedi Absurd Gara-Gara Gudang Merica
-
Buntut Ketidakadilan LCC MPR RI 2026: Juri, MC, hingga Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus