- Anang Hermansyah dan Atta Halilintar sepakat AI adalah alat bantu produktivitas industri konten, bukan ancaman.
- Pernyataan ini disampaikan saat keduanya menjadi pembicara dalam talk show "The Role of AI in Modern Content Creation" baru-baru ini.
- Edukasi penting bagi kreator agar AI dimanfaatkan sebagai mitra kolaboratif yang memperkuat kreativitas manusia.
Suara.com - Musisi sekaligus politisi Anang Hermansyah bersama menantunya yang merupakan kreator konten ternama Atta Halilintar menyoroti perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam industri kreatif.
Keduanya kompak menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat bantu yang dapat mendorong produktivitas dan kreativitas para pelaku industri konten di era digital.
Pernyataan tersebut disampaikan saat keduanya menjadi pembicara dalam talk show bertajuk “The Role of AI in Modern Content Creation” yang diselenggarakan oleh SocAI dan FYC Group baru-baru ini.
Dalam forum tersebut, Anang dan Atta berbagi pandangan mengenai bagaimana AI dapat dimanfaatkan secara bijak oleh para kreator, influencer, serta pelaku industri hiburan.
Atta Halilintar secara tegas menyebut bahwa kekhawatiran terhadap AI sering kali muncul karena kurangnya pemahaman. Menurutnya, teknologi ini pada dasarnya hanyalah sebuah tools atau alat yang dirancang untuk membantu pekerjaan manusia.
“AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif,” ujar Atta.
Ia menambahkan bahwa kreativitas sejati tetap bersumber dari manusia. AI, kata Atta, hanya berfungsi memperkuat ide, mempercepat proses produksi, serta memaksimalkan potensi yang sudah dimiliki kreator.
Dalam dunia konten digital yang bergerak sangat cepat, penggunaan AI dapat membantu proses editing, riset ide, analisis tren, hingga optimalisasi distribusi konten.
Senada dengan Atta, Anang Hermansyah juga menekankan pentingnya melihat AI sebagai mitra kolaboratif. Menurutnya, perkembangan teknologi tidak bisa dihindari, melainkan harus dipahami dan dimanfaatkan dengan tepat.
Baca Juga: Nabilla Aprillya Mantan Atta Halilintar Babak Belur, Diancam Dihabisi Nyawanya
“Melalui kegiatan ini, SocAI dan FYC Group ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia,” tutur Anang.
Sebagai figur publik yang telah lama berkecimpung di industri hiburan, Anang melihat transformasi digital sebagai sebuah keniscayaan.
Ia menilai para pelaku industri, termasuk Key Opinion Leaders (KOL) dan influencer, perlu dibekali pemahaman yang cukup agar tidak tertinggal oleh perubahan zaman. Edukasi dinilai menjadi langkah krusial agar pemanfaatan AI berjalan secara positif dan produktif.
“Edukasi kepada para KOL dan influencer menjadi langkah penting agar transformasi digital dapat berjalan secara positif dan produktif,” ujarnya.
Anang berharap diskusi seperti ini dapat membuka wawasan bahwa teknologi bukan untuk ditakuti, melainkan untuk dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
Dalam talk show tersebut juga dibahas bagaimana AI dapat membantu proses kreatif tanpa menghilangkan sentuhan personal seorang kreator.
Baik Anang maupun Atta sepakat bahwa nilai autentisitas tetap menjadi kunci utama dalam membangun koneksi dengan audiens. AI hanya berperan sebagai pendukung di balik layar.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, kolaborasi antara kreativitas manusia dan kecerdasan buatan diyakini akan menjadi fondasi baru dalam industri konten modern.
Melalui diskusi ini, Anang Hermansyah dan Atta Halilintar berharap para kreator tidak lagi memandang AI sebagai ancaman, melainkan sebagai peluang untuk berkembang lebih jauh di tengah persaingan digital yang semakin kompetitif.
Berita Terkait
-
Mantan Karyawan Sebut Anang Hermansyah Tilep Duit Ratusan Juta, Ashanty Sempat Percaya
-
Dituding Rampas Aset Eks Karyawan Ashanty, Perusahaan Anang Hermansyah Terancam Rugi Rp1 Miliar
-
Perusahaan Anang Hermansyah Polisikan Eks Karyawan Ashanty karena Tudingan Rugikan Nama Baik HDN
-
Bisnis Kue Anang dan Ashanty yang Sudah 6 Tahun Mendadak Tutup, Bangkrut?
-
Fakta Kelahiran Arsya yang Baru Diungkap, Putra Anang dan Ashanty Sempat Tak Bernapas Saat Lahir
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial