Entertainment / Gosip
Jum'at, 27 Februari 2026 | 10:08 WIB
Ibu kandung Niam Syafei, Lisnawati (YouTube/Curhat Bang Denny Sumargo)

Suara.com - Duka mendalam masih dirasakan oleh Lisnawati, ibu kandung Nizam Syafei atas kematian tragis putranya.

Bocah 12 tahun asal Sukabumi tersebut meninggal dunia diduga akibat kekerasan yang dilakukan oleh ibu tirinya yakni TR.

Selain mengalami luka berat di sekujur tubuh, Nizam kabarnya juga dipaksa untuk minum air panas yang masih mendidih.

Kini Lisnawati tengah berjuang untuk mencari keadilan bagi putranya dan terang-terangan mengaku curiga kalau mantan suaminya, Anwar Satibi terlibat dalam kasus itu.

Lisnawati awalnya mengaku heran kenapa Anwar tak segera membawa Nizam ke rumah sakit padahal kondisinya sudah memprihatinkan.

Anwar Satibi bahkan meminta Lisnawati untuk mengikhlaskan Nizam dan berencana memakamkan sang putra di dekat makam sang kakek bila meninggal.

"Kok bilang kayak gitu? Masih sempatlah harus bawalah ke dokter gitu," kata Lisnawati merasa aneh seperti diungkap di kanal YouTube Denny Sumargo pada Kamis, 26 Februari 2026.

"Ada satu kalimat lagi. Sepertinya usianya enggak lama ya. Jadi ikhlaskan saja. Padahal masih di rumah, belum dibawa berobat," timpal Mira Widyawati, kuasa hukum yang mendampingi Lisnawati.

Baca Juga: Tawarkan Paket Buka Puasa, Restoran Nonhalal di Semarang Tuai Kecaman

Gara-gara itu, Lisnawati menyimpan kecurigaan kalau mantan suaminya terlibat. Meski semua itu masih dugaan, bukan tuduhan.

"Feeling saya, bapaknya juga yang ada itunya juga," kata Lisnawati.

"Ada keterlibatan?" cecar presenter yang akrab Densu itu.

Lisnawati langsung mengangguk tegas. "Ada keterlibatan. Dugaan, bukan menuduh," ungkapnya blak-blakan.

Firasat Lisnawati juga berakar dari sejarahnya yang pernah mengalami KDRT saat masih menikah dengan Anwar Satibi.

Lisnawati menikah dengan Anwar Satibi saat masih berusia 18 tahun.

Mereka berkenalan melalui media sosial dan pernikahan itu berlangsung selama satu tahun.

Dia bilang dulunya Anwar orangnya menyenangkan, namun sikapnya berubah setelah menikah.

"Setelah menikah ya gitu, jahat, sering KDRT juga. Waktu (Nizam) di dalam kandungan juga, saya juga sering di KDRT," ujar Lisnawati.

"Gara-gara masalah sepele juga. Contohnya dia kalau pulang dari luar dari mana-mana dia teh banyak cupangnya. Saya nanya doang, dia marah-marah kayak gitu," imbuhnya.

Diakui Lisnawati, ayah Nizam sering melakukan kekerasan fisik padanya saat sedang marah.

Rambutnya pernah dipotong pakai golok dan dia juga pernah disiram pakai air panas.

"Disiram pakai air panas, air habis dimasak, disiram ke belakang punggung saya. Sampai-sampai saya takut kalau dia pulang, ngedenger suara motornya saya takut," kenang Lisnawati.

Sementara itu, ibu tiri Nizam yaitu TR sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kekerasan yang menyebabkan anak tirinya meninggal.

Di sisi lain, Krisna Murti selaku kuasa hukum Lisnawati menyebut juga sudah melaporkan ayah kandung Nizam ke Polres Sukabumi dengan dugaan pembiaran dan penelantaran.

Kontributor : Yoeni Syafitri Sekar

Load More