- Film The Legend of Tarzan (2016) ini adalah sekuel spiritual yang menyoroti kolonialisme di Afrika.
- John Clayton III kembali ke Kongo karena jebakan utusan Belgia untuk mendapatkan berlian Opar.
- Tarzan diperankan Alexander Skarsgård sebagai bangsawan terbebani, sementara Jane tangguh, bukan korban klise.
Suara.com - The Legend of Tarzan merupakan proyek ambisius Warner Bross yang coba direalisasikan di tahun 2016.
Namun, alih-alih menceritakan kembali asal-usul bayi yang dibesarkan kera, sutradara David Yates, yang dikenal lewat tangan dinginnya di seri Harry Potter, memilih pendekatan yang berbeda.
The Legend of Tarzan bukan sekadar film petualangan biasa; ia adalah sebuah sekuel spiritual yang mencoba menggabungkan romantisme rimba dengan sejarah kelam kolonialisme di Afrika.
The Legend of Tarzan akan tayang pada Jumat (27/2/2026) malam ini pukul 21.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya:
Film ini dibuka dengan kehidupan John Clayton III, Lord Greystoke (Alexander Skarsgård), yang telah hidup tenang sebagai bangsawan di London bersama istrinya, Jane Porter (Margot Robbie).
Masa lalunya sebagai Tarzan telah menjadi legenda yang ia coba lupakan.
Namun, sebuah undangan dari Raja Leopold II dari Belgia untuk mengunjungi Kongo sebagai utusan perdagangan menariknya kembali ke tanah kelahirannya.
Tanpa sepengetahuan John, ini adalah jebakan yang dirancang oleh Leon Rom (Christoph Waltz), seorang utusan Belgia yang kejam yang berencana menyerahkan Tarzan kepada musuh lamanya demi mendapatkan akses ke berlian legendaris Opar.
Ditemani oleh George Washington Williams (Samuel L. Jackson), seorang tentara Amerika yang ingin menyelidiki dugaan perbudakan di Kongo, John harus melepaskan setelan jasnya dan kembali menjadi sang "Raja Rimba" untuk menyelamatkan istrinya dan rakyat Kongo.
Baca Juga: Underworld: Evolution Malam Ini di Trans TV: Darah, Dendam, dan Takdir
Salah satu daya tarik utama film ini adalah transformasi fisik Alexander Skarsgård.
Dia berhasil menampilkan sosok Tarzan yang lebih pendiam, terinternalisasi, namun memiliki kekuatan fisik yang mengintimidasi.
Ia tidak lagi sekadar pria yang berteriak di atas pohon, melainkan pahlawan yang terbebani oleh dua dunia.
Margot Robbie juga memberikan napas baru bagi karakter Jane. Jane versi Robbie bukanlah "damsel in distress" (gadis lemah yang butuh diselamatkan) yang klise.
Ia digambarkan sebagai wanita yang tangguh, cerdas, dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat lokal di Afrika.
Sementara itu, Samuel L Jackson memberikan elemen komedi sekaligus moralitas sejarah melalui karakter George Washington Williams, yang didasarkan pada tokoh nyata yang menentang kekejaman di Kongo.
Secara visual, The Legend of Tarzan adalah sebuah pencapaian yang luar biasa. Penggunaan CGI untuk menciptakan kawanan kera Mangani, gajah, dan singa terasa sangat hidup.
Namun, film ini tidak lepas dari kritik. Meskipun film ini mencoba menyentuh isu serius seperti eksploitasi kolonial dan perbudakan, terkadang elemen tersebut tertutup oleh aksi-aksi yang terlalu "bergaya Hollywood".
Kiasan "White Savior" (penyelamat berkulit putih) yang masih terasa, meskipun Yates telah berusaha keras untuk memberikan agensi kepada karakter-karakter Afrika di dalam film tersebut.
Namun, bagi penonton yang mencari tontonan yang megah dengan sinematografi yang indah, film ini tetap memberikan kepuasan visual yang maksimal.
Berita Terkait
-
Underworld: Evolution Malam Ini di Trans TV: Darah, Dendam, dan Takdir
-
Venom: Let There Be Carnage Lebih Liar dan Berdarah, Malam Ini di Trans TV
-
Ted Lasso Season 4 Segera Tayang, Simak Sinopsis dan Daftar Pemain Terbarunya
-
Underworld: Aksi Brutal Perang Abadi Vampir dan Lycan, Malam Ini di Trans TV
-
Sinopsis Shazam! di Blockbuster Sahur Movies Trans TV 26 Februari 2026
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
2 Kejanggalan Sikap Ayah Bocah di Sukabumi yang Meninggal Disiksa Ibu Tiri, Apa Itu?
-
Pembacok Mahasiswi UIN Suska Harusnya Nonton 4 Film Ini, Motivasi Hadapi Penolakan Cinta
-
Selingkuh dan Poligami, Insanul Fahmi Kecewa Digugat Cerai Wardatina Mawa
-
Viral Takjil Gratis dengan Pesan Tuhan Yesus Sayang Kamu, Toleransi atau Ngawur?
-
Lirik Lagu Manis yang Jadi Sinyal Kelam, Detik-Detik sebelum Mahasiswi UIN Dibacok Teman Kampus
-
Sambut Ramadan 2026, Nussa dan Rarra Ajak Keluarga Indonesia Bersyukur Lewat Cerita 'Hujan'
-
Ayah Nizam Bocah yang Disiksa Ibu Tiri Diduga Terlibat: Dia Tahu, Tapi Membiarkan
-
Detik-Detik Menkeu Purbaya Kaget Dapat Gift Singa dan Paus Saat Live: Ntar Disangka Gratifikasi
-
Resmi Daftar Nikah, Byun Yo Han dan Tiffany Young SNSD Kini Sudah Sah Jadi Suami Istri
-
Cerita Awal Kedekatan Mahasiswa dan Mahasiswi UIN Suska Sebelum Tragedi Berdarah Cinta Ditolak