- Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, membatalkan pengadaan mobil dinas mewah Rp8,5 miliar pada 2 Maret 2026.
- Pembatalan terjadi karena adanya kritik keras masyarakat mengenai alokasi dana dibanding infrastruktur daerah yang belum tuntas.
- Anggaran Rp8,5 miliar akan dikembalikan ke Kasda untuk dialihkan ke perbaikan jalan dan program pemberdayaan masyarakat.
Suara.com - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, resmi membatalkan pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar.
Langkah ini diambil menyusul derasnya gelombang kritik masyarakat terhadap pembelian unit SUV premium tersebut di tengah persoalan infrastruktur daerah yang belum tuntas.
Melalui unggahan di media sosial resminya pada Senin, 2 Maret 2026, sang gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim telah menarik rencana pengadaan kendaraan tersebut.
Keputusan ini menjadi titik balik setelah anggaran fantastis untuk unit Range Rover 3.0 LWB Autobiography PHEV itu menjadi sorotan nasional dalam beberapa pekan terakhir.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memutuskan untuk membatalkan mobil dinas Gubernur yang sebelumnya direncanakan," kata Rudy Mas'ud dalam pernyataannya.
"Keputusan ini kami ambil setelah mendengar dan mempertimbangkan secara serius aspirasi serta masukan positif masyarakat Kalimantan Timur," ucapnya menyambung.
Sebelumnya, pengadaan mobil ini memicu polemik lantaran nilainya yang dianggap tidak menunjukkan empati anggaran.
Meskipun Pemprov Kaltim sempat berdalih bahwa kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang mobilitas di medan berat dan menjaga wibawa daerah sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), publik menilai anggaran tersebut lebih mendesak dialokasikan untuk perbaikan jalan rusak di pelosok Kaltim.
Unit mobil mewah bertipe Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tersebut sebelumnya diketahui sudah berada di Kantor Badan Penghubung Kalimantan Timur di Jakarta.
Baca Juga: Pamer Naik MRT, Widi Mulia Sindir Gubernur Kaltim Soal Mobil Dinas Rp8,5 M
Kendaraan ini awalnya dipesan untuk menunjang kegiatan operasional Gubernur saat menjalankan tugas kedinasan di ibu kota.
Namun, dengan adanya pembatalan resmi ini, Pemprov Kaltim mengonfirmasi bahwa unit tersebut kini sedang dalam proses pengembalian alias retur kepada pihak penyedia atau dealer terkait untuk diproses pembatalannya secara administratif.
Mengenai dana sebesar Rp8,5 miliar yang telah dialokasikan dalam APBD, pihak pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh uang tersebut akan segera dikembalikan secara utuh ke Kas Daerah (Kasda).
Dana tersebut nantinya akan dialihkan kembali dalam skema anggaran daerah untuk kebutuhan yang lebih mendasar, seperti perbaikan infrastruktur jalan umum di wilayah pelosok yang selama ini dikeluhkan warga, serta program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Rudy menjamin bahwa pembatalan ini tidak akan memengaruhi efektivitas kerjanya sebagai kepala daerah. Dia mengklaim roda pemerintahan dan pelayanan publik akan tetap berjalan sebagaimana mestinya tanpa fasilitas kendaraan baru tersebut.
"Kami menegaskan keputusan ini insya Allah tidak akan mengganggu kinerja-kinerja pemerintahan. Tugas-tugas pelayanan publik tetap berjalan optimal dan fokus kami tetap pada kesejahteraan masyarakat," tuturnya lagi.
Berita Terkait
-
Penampilannya Disebut Mirip Noni Belanda, Istri Gubernur Kaltim Buka Suara: Hidup Cuma Sekali
-
Ferry Irwandi: Gubernur Rudy Masud Harusnya Beli Mobil Dinas Rp8,5 M Pakai Uang Sendiri
-
Lebih Bermanfaat dari Mobil Dinas Kaltim Rp8,5 M, Ini 4 Alokasi Alternatif Versi Ferry Irwandi
-
Gurita Kekuasaan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Ketua DPRD, Walikota, Anggota DPR
-
Gen Halilintar Kalah, Gubernur Kaltim dan Istri 'Noni Belanda' Punya 13 Anak
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
Terkini
-
Anomali Harga Minyak, Mengapa Tidak Melonjak Meski Timur Tengah Memanas?
-
5 Merek Sepatu Sekolah Paling Awet untuk Remaja, Mulai Rp100 Ribuan
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
-
Tak Perlu Takut! Umrah Mandiri Bareng Keluarga Tak Bisa Dipidana
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Era Baru Les Blues! Bienvenue, Zinedine Zidane Resmi Latih Timnas Prancis
-
Apa Pelembap Bisa Mengencangkan Kulit Kendur? Ini 3 Rekomendasi untuk Usia 50 Tahun
-
Bobotoh Bikin Terharu, Mariano Peralta Siap Beri Segalanya untuk Persib
-
Bali Silent Disco Dituding Diskriminasi WNI, Koster: Ternyata Tidak Seperti Diberitakan!
-
Putus Peran Tengkulak, Kopdes Bakal Jadi Penampung Tangkapan Nelayan