Entertainment / Gosip
Rabu, 04 Maret 2026 | 10:57 WIB
Asap mengepul di atas Teheran, Iran setelah serangan udara pada Juni 2025. (Kantor Berita Mehr, PBB)
Baca 10 detik
  • Gempa berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Gerash, Fars, Iran selatan pada Selasa, 3 Maret 2026.
  • Guncangan sedang memicu spekulasi publik di media sosial tentang dugaan uji coba nuklir rahasia Iran.
  • Otoritas setempat menyatakan gempa tersebut aktivitas seismik alami, meski terjadi di tengah konflik militer.

Suara.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Gerash, Provinsi Fars, Iran selatan, pada Selasa, 3 Maret 2026. 

Meski tergolong sedang, guncangan ini memicu spekulasi liar di media sosial X (dulu Twitter), di mana netizen ramai menuding getaran tersebut merupakan hasil uji coba nuklir rahasia di tengah memanasnya konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Berdasarkan laporan media internasional Al Jazeera yang dikutip oleh kantor berita ANI, pusat gempa berada di kedalaman 10 km. 

Namun, waktu kejadian yang bertepatan dengan eskalasi militer di Timur Tengah membuat publik skeptis terhadap fenomena tektonik murni.

Di platform X, sejumlah akun mengaitkan gempa tersebut dengan ambisi nuklir Teheran. 

"Iran baru saja melakukan uji coba nuklir," tulis akun @Par*** seraya mengunggah video perayaan.

"Kalian tahu itu adalah uji coba nuklir, tapi kalian tidak bisa membuktikannya," ujar akun @den*** lengkap dengan emoji api.

"Berharap gempa di Iran itu alami. Jika tidak, senang bisa memantau situasi ini bersama kalian semua," kata akun @ins*** dengan nada khawatir, sembari melampirkan video peluncuran rudal.

Sebagaimana diketahui, situasi di Iran saat ini memang sangat genting. Sejak akhir Februari 2026, Iran berada dalam status perang terbuka setelah serangkaian serangan udara menyasar fasilitas militer di Teheran dan Kerman. 

Baca Juga: Pria Pergoki Calon Istri Check In dengan Suami Orang Seminggu Jelang Akad Nikah, Videonya Viral

AS bersama sekutunya meningkatkan langkah militer setelah upaya diplomasi soal nuklir menemui jalan buntu. Situasi makin rumit dengan terganggunya jalur pelayaran penting di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi nadi perdagangan energi dunia.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas seismologi Iran menyatakan gempa tersebut merupakan aktivitas seismik alami yang umum terjadi di wilayah tersebut. 

Namun, di tengah gempuran serangan udara dan ancaman invasi, narasi mengenai "benteng nuklir" Iran terus menjadi perbincangan panas di internet. 

Load More