- Hassan Wirajuda ingatkan mediasi konflik Iran-AS harus diterima kedua belah pihak.
- Eks Menlu nilai belum ada tanda penerimaan mediasi oleh Iran dan Amerika.
- Indonesia tetap tawarkan diri jadi mediator meski Iran tutup pintu negosiasi.
Suara.com - Menteri Luar Negeri periode 2001–2009, Hassan Wirajuda, mengingatkan pemerintah terkait niat Indonesia menjadi mediator dalam konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Menurutnya, kunci utama menjadi juru damai adalah adanya penerimaan dari kedua belah pihak yang bertikai.
Komentar tersebut disampaikan Hassan usai menghadiri pertemuan silaturahmi dan diskusi bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3/2026) malam.
Hassan menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, keinginan Presiden agar Indonesia menjadi juru damai masih berupa pemikiran awal dan belum menyentuh aspek teknis kemampuan negara.
"Kita tidak membicarakan apakah Indonesia mampu atau tidak. Itu masih pemikiran awal," ujar Hassan.
Ia menekankan poin krusial yang harus dipenuhi jika Indonesia ingin memfasilitasi dialog antara Iran dan AS.
"Untuk menjadi mediator, harus ada penerimaan dari dua pihak yang bertikai. Sejauh ini, kita belum melihat tanda-tanda ke arah itu," tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menegaskan kesiapan Indonesia untuk bertindak sebagai juru damai dalam eskalasi konflik Iran dengan AS dan Israel. Namun, pemerintah menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada negara-negara terkait.
Pernyataan Sugiono ini merespons penegasan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, yang menyatakan tidak ada opsi negosiasi bagi Iran pascaserangan militer AS-Israel.
"Sebagaimana disampaikan, jika kedua belah pihak berkeinginan, Bapak Presiden bersedia menjadi mediator. Namun, jika ada pandangan (penolakan) seperti itu, kami kembalikan kepada mereka," ujar Sugiono di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Baca Juga: Surya Paloh: Indonesia Tetap di Board of Peace, Kecuali Ada Evaluasi Bersama
Sugiono menjelaskan kembali bahwa posisi diplomatik Indonesia adalah sebagai jembatan untuk meredam perbedaan.
"Yang pasti, Indonesia ingin berada dalam posisi menawarkan kesiapan dan diri kita sebagai jembatan perdamaian," tuturnya.
Di sisi lain, Dubes Iran Mohammad Boroujerdi secara tegas menutup pintu negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia meragukan komitmen Washington dalam mematuhi kesepakatan internasional.
"Bagi kami, tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan seperti Amerika Serikat. Apa jaminan mereka akan patuh terhadap sebuah kesepakatan?" tegas Boroujerdi dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Iran kini mengharapkan dukungan moral dari negara-negara sahabat, khususnya negara berpenduduk Muslim, untuk memberikan kutukan keras terhadap agresi militer yang dinilai ilegal tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Nobar Piala Dunia Bareng BRI Sambil Buka Peluang Kolaborasi Bisnis
-
Bukan Sekadar CFD, Jembatan Ampera Disulap Jadi Panggung Kebaya dan Songket Palembang
-
Rugi Rp1,5 Miliar! Tiga Kapal di Muara Angke Ludes Terbakar Akibat Korsleting
-
Dukung UMKM Riau Mendunia, Ini Langkah Strategis Pemprov Riau Bersama BRI
-
Daftar Saham Milik Negara Erling Haaland di IHSG, Ada Emiten Konglomerat
-
Bukan Lokal, Harga Emas di Nevalla Bullion Pertahankan Rujukan Internasional
-
5 Pelembap Terbaik untuk Kulit Kering dan Sensitif, Bikin Wajah Sehat dan Bebas Dehidrasi
-
Bagaimana Mekanisme dan Dasar Regulasi Pencairan Dana Hibah Rp15 Miliar KONI Makassar?
-
Viral Penipuan Berkedok 'Program Treasury BRI', Manajemen Minta Warga Waspada
-
Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, Live di TVRI dan Streaming Resmi