- Mantan Marinir Brian McGinnis ditangkap setelah melakukan aksi protes keras menolak keterlibatan militer AS dalam konflik Israel-Iran di ruang sidang Senat.
- Insiden memanas ketika Senator Tim Sheehy diduga melakukan tindakan fisik yang menyebabkan tangan McGinnis patah saat mencoba mengamankan situasi.
- Protes ini mencerminkan keretakan opini publik di Amerika Serikat di tengah meningkatnya risiko perang terbuka antara Iran, Israel, dan AS.
Suara.com - Sidang Subkomite Angkatan Bersenjata di Senat Amerika Serikat diwarnai insiden pada Rabu, 4 Maret 2026. Di tengah sidang, seorang veteran Marinir AS, Brian McGinnis, tiba-tiba berdiri dan melayangkan protes.
McGinnis menyampaikan penolakannya atas keterlibatan militer AS dalam konflik di Timur Tengah yang berkaitan dengan Iran dan Israel.
Dalam video yang kini menjadi viral, McGinnis terdengar berteriak keras di ruang sidang sebelum akhirnya diamankan oleh petugas keamanan Capitol.
"Tidak ada yang mau bertempur demi Israel!" teriak McGinnis sebelum akhirnya disergap oleh petugas keamanan dan sejumlah orang berpakaian sipil.
Insiden tersebut terjadi saat komite Senat sedang menggelar pembahasan mengenai kebijakan pertahanan serta perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran dan sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Suasana sidang seketika berubah menjadi kacau saat petugas berusaha menyeret paksa mantan tentara tersebut keluar ruangan.
Ketegangan fisik tidak terhindarkan, bahkan laporan di lapangan menyebutkan adanya tindakan kekerasan dari anggota parlemen.
"Tangan dia, tangan dia! Oh Tuhan! Senator mematahkan tangannya!" teriak seorang saksi mata dalam video tersebut.
Kericuhan semakin memuncak ketika McGinnis terdengar mengerang kesakitan saat tangannya terjepit atau diputar oleh Senator Tim Sheehy yang mencoba mengendalikan situasi secara fisik.
Baca Juga: Liga Arab Saudi Nekat Bergulir di Tengah Perang, Cristiano Ronaldo Terpaksa Absen
"Seorang Senator AS yang sedang menjabat baru saja mematahkan tangan seorang marinir!" teriak pria lain di ruangan tersebut sembari menunjuk ke arah Sheehy.
Aksi protes ini pecah di tengah situasi geopolitik yang sangat genting. Sejak akhir Februari 2026, hubungan antara Iran, AS, dan Israel telah bereskalasi menjadi konflik militer terbuka.
Iran dilaporkan telah meluncurkan serangkaian serangan balasan ke fasilitas-fasilitas strategis Israel setelah pangkalan militernya digempur lewat serangan udara.
Di dalam negeri AS sendiri, gelombang protes terhadap pengiriman pasukan ke Timur Tengah terus meluas karena kekhawatiran akan pecahnya Perang Dunia III.
Insiden ini semakin mempertegas adanya keretakan opini publik di Amerika Serikat terkait urgensi keterlibatan mereka dalam membela Israel melawan gempuran Iran.
Berita Terkait
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Barbar! Serangan AS Sasar Bangunan Dekat RS Kanker Anak di Iran, 211 Pasien Dievakuasi
-
Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.982 per Dolar AS, S&P Jadi Penopang Utama
-
As Long as the Lemon Trees Grow: Ketika Harapan Tumbuh di Tengah Perang
-
Selat Hormuz Diwarnai Perang Besar AS-Iran, Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah