Entertainment / Film
Rabu, 11 Maret 2026 | 06:00 WIB
Lale, Ilman, Nino, pencipta soundtrack film Na Willa, 'Sikilku Iso Muni' ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan pada Selasa, 10 Maret, 2026 [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Laleilmanino menciptakan lagu "Sikilku Iso Muni" untuk film Na Willa sebagai bentuk dukungan terhadap debut film live-action Ryan Adriandhy.
  • Aransemen lagu mengusung nuansa musik tahun 60-an untuk menyesuaikan latar waktu cerita yang berlokasi di Surabaya pada era tersebut.
  • Meski menceritakan momen sedih saat karakter Dul kehilangan kaki, lagu ini dikemas dengan nada ceria khas sudut pandang anak-anak.

Suara.com - Grup produser musik ternama, Laleilmanino, dipercaya untuk mengisi soundtrack dalam karya terbaru sutradara Ryan Adriandhy berjudul Na Willa.

Proyek kali ini terasa sangat spesial bagi mereka, terutama dengan lahirnya lagu berjudul "Sikilku Iso Muni" yang berarti "Kakiku Bisa Berbunyi".

Hadir mewakili rekan-rekannya dalam konferensi pers di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, pada Selasa, 10 Maret 2026, Nino RAN berbagi cerita mengenai awal mula keterlibatan mereka.

"Kayaknya ini tawarannya terjadi sekitar masuk Q4 2023 kemarin ya," ujar Nino di hadapan awak media.

Bagi musisi berusia 38 tahun tersebut, proyek ini merupakan bentuk dukungan penuh untuk karier Ryan Adriandhy yang kini merambah ke dunia film live-action.

Berbeda dengan proyek-proyek film sebelumnya, lagu "Sikilku Iso Muni" diciptakan secara khusus untuk menggambarkan satu adegan yang sangat spesifik dan emosional.

"Adegan di mana Dul akhirnya terlihat kakinya berganti dengan kaki palsu dari kayu," jelas personel grup musik RAN tersebut.

Sentuhan Vintage Surabaya Era 60-an

Mengenai aransemen, Laleilmanino sepakat untuk membawa pendengar bernostalgia ke masa lalu dengan sentuhan musik era 60-an. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan latar film Na Willa yang memang mengambil lokasi di Surabaya pada dekade tersebut.

Baca Juga: Jelang Rilis Film Na Willa, Ryan Adriandhy Takut Bikin Penonton Anak-Anak Kecewa

"Mereka pengen bikin mood-nya suasananya seperti vintage, classic tahun 60-an," tambah Nino menjelaskan genre lagunya.

Keunikan utama dari lagu ini terletak pada kemampuannya memadukan rasa ceria dan sedih secara bersamaan. Nino memberikan bocoran bahwa meskipun lagu ini lahir dari peristiwa sedih, yakni saat karakter Dul kehilangan kakinya, sudut pandang yang diambil tetaplah dunia anak-anak yang penuh kepolosan.

"Nah makanya kalau misalnya mau dengerin lagu Sikilku Iso Muni bisa merasakan perasaan ceria, harus mendengarkan pakai cara kuping anak-anak," terang Nino.

Melalui lagu ini, Laleilmanino berhasil menangkap bagaimana sebuah tragedi bisa berubah menjadi sesuatu yang terasa "ajaib" dan ceria jika dilihat melalui kacamata seorang anak.

Load More