Entertainment / Gosip
Kamis, 12 Maret 2026 | 06:30 WIB
Emir Mahira ingin memperdalam Islam untuk menjawab segala keraguannya. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Aktor Emir Mahira secara mendalam mendalami ajaran Islam untuk memperbaiki pemahaman keagamaannya.
  • Emir mempertanyakan pemahaman mengenai izin memukul istri, berdiskusi dengan ulama termasuk Quraish Shihab.
  • Kesalahan utama terletak pada interpretasi sempit manusia yang menyalahgunakan agama untuk membenarkan kekerasan.

Suara.com - Emir Mahira nyatanya tengah mendalami ajaran Islam.

Ia bukan hanya melakukan perbaikan diri dalam ibadah, tetapi juga paham-paham yang kadang membuatnya keliru.

"Aku pengin Islam ini menjadi agama untuk aku, dari aku," kata Emir Mahira ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu, 11 Maret 2026.

Emir Mahira memberikan contoh, salah satu pernyataan yang bilang, seorang suami boleh memukul istrinya.

"Itu, sesuatu yang aku permasalahkan," ujar aktor kelahiran 19 September 1997 ini.

Demi membuang keraguan, Emir Mahira berdiskusi langsung dengan ulama terpandang tanah air, termasuk sosok inspiratif yakni Ustaz Quraish Shihab.

Emir Mahira akhirnya memahami, pukulan tersebut bermakna simbolis.

Sebagai teguran kasih sayang tanpa unsur kekerasan fisik yang mencederai sang istri.

"Hukumannya adalah tidak boleh di wajah, tidak boleh membekas, dan tidak boleh menyakiti," ucap bintang film Garuda di Dadaku ini.

Baca Juga: Cerita Emir Mahira 17 Kali Masuk Angin Selama Syuting Tenung

"Jadi sebenarnya memukul ini kan sebenarnya lebih ke menegur, menepok menegur. Itu aku bisa terima," imbuhnya.

Ironinya kata Emir, ada orang yang memanfaatkan paham tersebut untuk membenarkan perbuatannya.

Banyak oknum yang menyalahgunakan aturan agama demi memuaskan emosi atau melakukan tindak kekerasan terhadap pasangannya.

"Nah, mungkin banyak orang yang menyalahartikan akhirnya memakai aturan ini untuk memukul istrinya dengan kasar. Nah itu aku tidak setuju," tutur Emir.

Dari sini Emir Mahira menyimpulkan, kesalahan fatal sebenarnya terletak pada interpretasi manusia yang sempit.

Ia juga kurang mempelajari esensi agama dengan sangat benar.

Load More