- Film "Pelangi di Mars" karya sutradara Upi Guava akan tayang saat Lebaran 2090.
- Kisah berpusat pada Pelangi, manusia pertama lahir di Mars bersama peneliti Pratiwi dan robot.
- Tujuan utama film ini adalah menginspirasi anak Indonesia menjadi astronot dan ilmuwan.
Suara.com - Film anak-anak, Pelangi di Mars siap tayang di momen Lebaran. Film ini mengisahkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di Mars tahun 2090.
Lebih detail, film garapan sutradara Upie Guava menceritakan Pratiwi (Lutesha), seorang peneliti yang tertinggal di Planet Mars.
Nyatanya Pratiwi tidak benar-benar sendirian di Mars. Ia melahirkan anak perempuan bernama Pelangi.
Tak hanya mereka, hadir pula robot yang turut setia menemani, Batik.
Film ini nantinya akan membawa penonton dalam petualangan Pelangi untuk pulang ke bumi.
Pelangi pun nantinya akan dibantu dengan berbagai robot yang ditemui dalam petualangannya.
Hadirnya film Pelangi di Mars menjadi cita-cita Upie Guava yang akhirnya terwujud. Bahkan jelang penayangan, sang sutradara merasa gugup.
"Rasanya jujur ya aneh. Maksudnya ada unsur lega, kehilangan sesuatu. Rasanya campur aduk sih jujur aja," kata Upie Guava dalam konferensi pers di Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Tapi kemudian, Upie Guava bersyukur, keinginan menghadirkan film anak-anak hadir lewat Pelangi di Mars.
"Sesuai tujuan awalnya, pengin mengembalikan cita-cita anak Indonesia kembali menjadi astronot, scientist, arkeolog, penjelajah dunia dan lain-lain," katanya.
Tak hanya Upie Guava, sang bintang utama, Keinaya Messi yang menjadi Pelangi pun turut bahagia karena ada dalam bagian film anak-anak.
"Aku excited banget karena akhirnya tayang. Kemarin juga sempat nonton sedikit dan kayak, "Oke, keren banget ternyata hasilnya" gitu sih," kata Messi.
Sebagai review, film Pelangi di Mars yang mengusung konsep live action, patut diacungi jempol secara visual.
Belum lagi petualangan Pelangi bersama kawan-kawan robot yang unik.
Upie Guava menerangkan, sifat para robot tersebut bahkan baru disadari memiliki kemiripan dengan manusia.
Berita Terkait
-
Nobar Pelangi di Mars, Yoursay Kumpulkan 250 Anggota Komunitas Parenting Yogyakarta
-
Digarap 5 Tahun, Pelangi di Mars Jadi Film Sci-Fi Indonesia yang Dinanti
-
Banyak Saingan Film Lebaran, Kristo Immanuel Yakin Pelangi di Mars Panen Penonton
-
Sapa Warga SCBD, Film Pelangi di Mars Hadirkan Balon Bentuk Robot 10 Meter
-
Lebaran 2026 Makin Spektakuler! Pelangi di Mars Siap Bawa Anak Indonesia Menjelajah Planet Merah
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kendal Tornado FC Tambah Amunisi, Birrul Walidain dan Andre Oktaviansyah Resmi Bergabung
-
Ungguli Jatim dan Jabar, Jateng Pimpin Penyaluran Kredit Perumahan Nasional
-
Kulit Glowing Alami Jadi Tren, Dokter Sebut Hidrasi Kunci Perawatan Estetika Masa Kini
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
-
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
-
Bukan Sekadar Menang Trofi, Ini Cerita Atlet Muda Indonesia 'Guncang' Panggung Bulu Tangkis Asia Tenggara